Home / Kesehatan / NTT Peringkat Dua Penderita Tertinggi Malaria di Indonesia

NTT Peringkat Dua Penderita Tertinggi Malaria di Indonesia

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih menyebutkan Nusa Tenggara Timur (NTT) berada pada urutan kedua jumlah penderirat Malaria terbanyak di Indonesia, setelah Papua.

Berdasarkan data secara Nasional 75-80 persen kasus malaria di Indonesia berasal dari kawasan Indonesia Timur, seperti Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT. “Malaria di NTT tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua dan menyumbang sekitar 21 persen, kasus malaria,” katanya kepada wartawan, Kamis, 2 November 2017.

Data Kasus malaria di Kota Kupang 2011 yakni 2,36 per 1000 penduduk, 2012 1,6 per 1000 penduduk, 2013 1,1 per 1000 penduduk, 2014 0,53 per 1000 penduduk, 2015 0,28 per 1000 penduduk dan 2016 0,15 per 1000 penduduk.

Baca Juga :  Daftar Peserta BPJS Bisa Dilakukan di Hypermart

“Dalam 6 tahun terakhir Kasus malaria terus mengalami penurunan di Kota Kupang dengan berbagai upaya intervensi diharapkan tahun 2019 Kota Kupang mencapai Eliminasi malaria,” katanya.

Menurut dia, secara epidemiologi, jika angka ini meningkat setiap tahun minimal selama 5 tahun, maka suatu saat akan mendatar dan akan menurun di tahun selanjutnya. “Hal ini menggambarkan berbagai upaya telah dilakukan dan untuk perlu ditindaklanjuti dengan Rencana Aksi Daerah untuk mensukseskan tujuan Eliminasi Malaria 2019,” ujarnya.

Selain malaria, Dinkes Kota Kupang pada 2017 menemukan 379 kasus kasus Tuberkolosis (TB). Berdasarkan data pada 2016 terdapat 861 kasus. Tahun 2017 hingga Juni telah ditemukan kasus baru sebanyak 379 penderita TB yang ada di Kota Kupang dan diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga 770 kasus.

Baca Juga :  Ketiadaan Selang, Puluhan Pasien Cuci Darah Terlantar

“Jumlah penderita TB dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan, sehingga perlu ada langkah preventif dan penanganan, sehingga dapat melakukan pengobatan sejak dini,” tambah Sri. (Lid)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]