Home / Polkam / NTT Terap Praktek Perbudakan

NTT Terap Praktek Perbudakan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Beny K Harman

NTTTERKINI.COM, Larantuka – Selama ini pemerintah daerah di NTT membiarkan praktek perbudakan dengan mengirim tenaga kerja yang tidak terampil dan terdidik untuk bekerja di luar negeri. Buktinya, pemerintah tidak melakukan kajian terhadap semua praktek pengiriman tenaga kerja tersebut.

“Seharusnya pemerintah mengaktifkan Balai Latikan Kerja (BLK) sehingga tenaga kerja yang dikirim adalah mereka yang terdidik dan terampil sesuai permintaan negara penerima,” kata calon gubernur nomor urut lima, Benny Kabur Harman (BKH) di Waiwerang, Kabupaten Flores Timur, Senin 11 Februari 2013.

Menurut dia, jika dirinya bersama calon wakil gubernur, Willem Nope terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur pada 18 Maret mendatang, mereka bertekad meningkatkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama para calon tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri.

Baca Juga :  Novanto Bantah Ingin Jadi Balon Wapres Jokowi

Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja adalah membuka dan mengaktifkan BLK. BKH-Nope berkomitmen akan membuka BLK sampai di tingkat kecamatan. Dengan demikian, dapat meningkatkan pegetahuan dan keterampilan para calon tenaga kerja.
“Pengetahuan dan keterampilan yang ada, tidak hanya untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri, tapi bisa buka usaha ekonomi produktif di daerahnya,” katanya. (Rit)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]