Menpora Cup, Langkah Bukfos NTT Terhenti di Jakabaring

0
602
Bukfos NTT
Bukfos NTT

NTTTERKINI.COM, Palembang – Ĺangkah tim Bukfos Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya terhenti di Piala Menpora yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan

Bukfos NTT harus menerima keunggulan tim Riau dengan skor 0-3 dan Papua 0-1 pada laga kedua dan ketiga. Papua dan Riau berhak melangkah ke babak 16 besar.

Pelatih Bukfos David “Alderon” Pramono usai pertandingan megaku menerima kekalahan tersebut. “Anak-anak sudah berjuang, tapi kami harus akui kemenangan tim lawan,” kata Alderon.

Namun, dirinya bangga dengan penampilan anak-anak. Terutama saat melawan Papua di partai terakhir, anak-anak bermain sangat bagus. Kepercayaan diri anak-anak sudah tinggi dan mampu mengembangkan permainan. “Sayang dewi fortuna belum memihak ke kita,” kata Alderon.

Walau begitu, dia mengaku jam terbang anak-anak semakin baik dengan adanya Piala Menpora tersebut. “Hasilnya belum kami capai sekarang. Tapi saya optimistis ke depan akan capai hasil yang lebih baik,” ujar Alderon.

Korwil NTT Liga Berjenjang U12 Piala Menpora, Noldy Pelu mengatakan banyak pelajaran dari pelaksanaan Piala Menpora ini. Anak-anak semakin berpengalaman dan semakin percaya diri untuk pertandingan level nasional ke depan.

Soal beberapa perubahan regulasi terutama pergantian pemain yang berbeda saat pelaksanaan di seri provinsi, Noldy mengatakan hal itu akan menjadi evaluasi pihaknya.

Walaupun tidak melangkah ke babak berikutnya, namun orangtua yang menyaksikan langsung pertandingan di Palembang mengaku puas dengan penampilan pemain Bukfos.

“Mereka tetap yang terbaik. Jangan kecewa dan putus asa dengan kekalahan ini. Tapi harus bangkit dan berlatih lebih giat lagi,” kata salah satu orangtua, Sebastianus Nebu.

Sementara itu, orang tua lainnya, Rony Parera mengatakan anak-anak telah mendapat pengalaman yang sangat berharga. “Anak-anak tetap semangat dan semakin giat berlatih. Karena telah mendapat pengalaman yang sangat berharga. Bisa merasakan atmosfer pertandingan di salah satu stadion terbaik di Indonesia,” katanya.

Dia harga untuk jadi bintang adalah pengalaman. “Karena itu pengalaman di Palembang ini akan memberi anak-anak untuk berlatih lebih giat lagi,” katanya. (*/Ado)

Komentar ANDA?