Home / Sosbud / Obor Timur Bagi-bagi Sembako bagi Penjual Koran

Obor Timur Bagi-bagi Sembako bagi Penjual Koran

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Bagi-bagi sembako bagi penjual koran

Bagi-bagi sembako bagi penjual koran

NTTTERKINI.COM, Kupang – Yayasan Obor Timur, Senin, 23 September 2013 siang membagikan kebutuhan pokok bagi penjual koran yang berada di bilangan jalan El Tari Kupang sebagai bentuk kepedulian terhadap anak jalanan di daerah ini.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap anak jalanan dan terlantar di daerah ini,” kata ketua lembaga Obor Timur, Yantonius Henuk kepada NTTTERKINI.COM di sela-sela acara pembagikan sembako kepada penjual koran.

Bantuan ini, menurut dia, diberikan kepada 30 anak penjual koran yang berumur 5- 17 tahun yang setiap harinya menjual koran di bilangan Jalan El Tari Kupang. Kebanyakan anak-anak itu berasal dari Kabupaten Belu dan Pulau Sumba.

Baca Juga :  Ditinggal Ibu Bekerja, Dua Bocah Ini Hidup Bersama Anjing

Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 5 kilogram (kg) bagi masing-masing anak, dan indomie serta susu. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Yayasan Obor Timur untuk membantu anak-anak terlantar dan jalananan. “Sembako ini hasil swadaya sendiri untuk membantu anak-anak ini,” katanya.

Selain bagi penjual koran, katanya, bantuan seperti ini juga diberikan kepada anak pemulung dan pendorong gerobak yang dilakukan dua kali dalam seminggu. “Kami mencakup seluruh anak jalanan dan terlantar di daerah ini,” katanya.

Kooridnator penjual koran, Om Nyamuk mengatakan, anak-anak yang dikordinirnya sekitar 30 orang yang berasal dari Kabupaten Belu dan Pulau Sumba. Rata-rata mereka tinggal dengan saudaranya yang lebih dulu bekerja di Kupang. “Biasanya, kakaknya duluan disini dan jemput adiknya untuk berjualan koran,” katanya.

Baca Juga :  PMPB Kampanye Sekolah Aman Bencana

Dari 30-an anak itu, menurut dia, hanya sebagian yang bersekolah, sisanya tidak bisa melanjutkan sekolah, karena keterbatasan ekonomi, sehingga harus berjualan koran untuk membantu orang tuanya. “Ada beberapa yang sekolah, tapi kebanyakan tidak sekolah,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]