Home / Ekbis / OJK: Kredit Perdagangan di NTT Capai Rp7,7 Triliun

OJK: Kredit Perdagangan di NTT Capai Rp7,7 Triliun

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Launching NTT Peduli dan Sadar Rupiah

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pemberian kredit bagi sektor perdagangan besar dan eceran di Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi kedua tertinggi sebesar Rp7,7 triliun dengan share sebesar 24,31 persen dari total kredit keseluruhan dan ratio Non Performing Loan (NPL) terjaga di angka 0,18 persen.

“Pemberian kredit bagi sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi kedua tertinggi sebesar Rp7,7 triliun, secara umum kondisi lembaga jasa keuangan baik aset, kredit serta rasio keuangan lainnya dinilai sehat dan optimal mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT,” kata Wakil Kepala OJK NTT, I Wayan Sadnyana saat membuka Pertemuan Triwulan, Rabu, 30 Oktober 2019.

Baca Juga :  Kota Kupang Akan Terapkan Teknologi Smart City

Berdasarkan laporan perekonomian Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi NTT, triwulan IV diperkirakan  pada kisaran 5,15 persen- 5,55 persen meningkat di banding triwulan III dengan mendorong kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, ekspor luar negeri serta dari sisi lapangan usaha oleh perdagangan besar dan eceran.

Selain itu, kredit perbankan di NTT mencapai Rp.31,9 triliun atau tumbuh sebesar 13,54 persen dengan ratio NPL masih terjaga di bawah 5 persen yakni berada di angka 2,42 persen, menurun dibanding tahun 2018 yakni sebesar -0,17persen.

Adapun capaian percepatan atau akselerasi perekonomian di NTT pada triwulan II tahun 2019 sebesar 6,36 persen lebih tinggi di banding
triwulan I yakni sebesar 5,45 persen dan secara nasional sebesar 5,05 persen.

Baca Juga :  Ini Layanan Pinjam Uang Online Terdaftar di OJK

Sementara perkembangan inflasi masih relatif terkendali yakni 1,35 persen, lebih rendah di banding triwulan I tahun 2019 yakni sebesar 2,12 persen.

“Berbicara mengenai perekonomian NTT, secara singkat dapat disimpulkan mengalami akselerasi sebesar 3,36 persen lebih tinggi dibanding triwulan I sebesar 5,45persen,” tambah Wayan.

Kondisi aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit serta rasio keuangan lainnya dari Lembaga jasa Keuangan (LJK) di NTT secara umum dinilai
sehat dan mampu beroperasi dengan optimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di NTT. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]