Home / Ekbis / OJK:  NTT Harus Dapat Perhatian Lebih

OJK:  NTT Harus Dapat Perhatian Lebih

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Peresmian kantor OJK NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiana mengatakan Nusa Tenggara Timur (NTT)
merupakan suatu daerah yang harus mendapatkan perhatian yang lebih dengan menjadikan daerah wisata yang pantas dikunjungi dan menjadi sumber devisa.

“NTT merupakan suatu daerah yang memang harus mendapatkan perhatian yang lebih dari kita semua, sebagai daerah wisata yang pantas untuk dikunjungi dan sumber devisa kita tentunya. OJK terus berkomitmen memajukan NTT,” Kata Heru Kristiana saat meresmikan gedung OJK di Jalan Tompello Kupang, Jumat, 15 November 2019.

Menurut dia, OJK berkomitmen memajukan industri jasa keuangan dan perlindungan konsumen, melalui tugas mengawasi, melindungi dan memajukan perekonomian daerah dan nasional. OJK akan menjadi rumah publik bagi semua masyarakat, pemerintah, industri jasa keuangan dalam berinteraksi untuk memajukan perkembangan ekonomi.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Minta Kelola Sumber Air Tilong

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat mengatakan industri jasa keuangan harus menyesuaikan pelayanan dan produk keuangan sesuai perkembangan jaman agar dapat mendorong dan mampu memajukan potensi ekonomi daerah, seperti memperbanyak layanan Fintech (Financial Techologi)  bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan dan 1peternakan.

“Kalau tidak paham teknologi bagaimana kita bersaing, Fintech harus dapat diterapkan di semua bidang, kelautan, pertanian dan perkebunan, pariwisata. Adanya fintech maka kita akan mendorong secara serius dari pola pikir buruh menjadi pengusaha,” kata Viktor.

Kepala OJK NTT, Robert Sianipar mengatakan kondisi perekonomian NTT tumbuh 3,87 persen pada triwulan III tahun 2019, rasio permodalan diatas 12 persen, rasio NPL perbankan berada di angka 2,39 atau berada di bawah angka 59 persen dan pertumbuhan sektor Industri Jasa.

Baca Juga :  Kepala OJK: Kualitas Perbankan di NTT Lebih Baik

Keuangan Non Bank (IKNB) tercatat pertumbuhan pembiayaan mencapai Rp1,6 triliun atau meningkat 16,06 persen, sedangkan sektor pasar modal dengan jumlah investor saham 4,829 investor dengan nilai transaksi saham mencapai Rp61 milliar atau tumbuh 26,7 persen.

Hal itu karena adanya dukungan kinerja dari  85 lembaga jasa keuangan yang beroperasi di NTT, yakni 23 bank umum, 12 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), INBK 50 perusahaan, 4 pasar modal , 15 agen penjual reksa dana, dan fintech dengan total penyaluran pinjaman sebesar Rp73,7 milliar dengan rekening followers sebanyak 22.729.

“Secara umum kondisi perekonomian di NTT masuk dalam kategori stabil dan berkinerja baik,” kata  Robert Sianipar. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]