Home / Polkam / OKP Cipayung di NTT Ancam Polisikan VBL

OKP Cipayung di NTT Ancam Polisikan VBL

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
OKP Cipayung saat berikan keterangan kepada wartawan (Nong)

OKP Cipayung saat berikan keterangan kepada wartawan (Nong)

NTTTERKINI.COM, Kupang – OKP Cipayung Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan menggelar unjuk rasa dan mempolisikan  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), jika tidak meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya, karena telah menyebarkan ujaran kebencian.

“Kami minta pak Viktor mengklarifisikasi pernuataannya dan meminta kepada masyarakat Indonesia, khususnya NTT,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMi) Munawir La Amin kepada wartawan di Kupang, Sabtu, 5 Agustus 2017.
 
Kelompok OKP Cipayung NTT itu yakni GMKI, HMI, PMII, PMKRI dan IMM. 
Dia mengatakan jika permintaan mereka tidak diindahkan, maka mereka akan menggelar unjuk rasa dan melaporkan VBL ke pihak berwajib. “Kami akan mengambil tindakan lain, jika permintaan kami tak dipenuhi,” tegasnya.
Menurut dia, pidato politik yang disampaikan Politisi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat dinilai berpotensi merusak nilai dan budaya di NTT, dan tidak mencerminkan nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila.
NTT sebagai Nusa tertinggi toleransi sudah semestinya harus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat, baik Pemerintah maupun partai Politik termasuk Anggota DPR RI asal Partai Nasdem Viktor Laiskodat.
“Kami melihat ada hal hal negatif yang disampaikan Viktor Laiskodat yang cukup meresahkan masyarakat NTT, tidak semestinya Viktor mengumbar kebencian di tengah masyarakat”, ucapnya.
Sementara Ketua PMKRI Kupang Markus Gani, dengan tegas mengatakan ucapan Viktor Laiskodat dalam pidato politiknya di Kabupaten Kupang tidak mencerminkan nilai nilai Pancasila dan telah merusaki kerukunan hidup antar umat beragama di NTT.
Sikap itu tentunya sangat tidak pantas dilakukan Viktor Laiskodat sebagai tokoh politik Nasional. “Tidak sepantasnya seorang politisi seperti Viktor Laiskodat menyampaikan pidato seperti itu yang dapat memecah belah kerukuran hidup antar masyarakat yang sudah dibangun di NTT”, tegasnya. (Ado)

Komentar ANDA?

Baca Juga :  Tak Bayar Hotel, 25 Imigran Dikembalikan ke Kantor Imigrasi

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]