Home / Wonderful Indonesia / Pelaku Pariwisata Protes Kebijakan Gubernur Naikan Tarif TNK

Pelaku Pariwisata Protes Kebijakan Gubernur Naikan Tarif TNK

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pelaku pariwisata Manggarai Barat

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) memprotes kebijakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) hingga 500 USD.

Pelaku pariwisata yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Mabar (Formapp Mabar) itu, antara lain Assita Mabar, HPI, Kapal angkutan wisatawan, PHRI, dan Persatuan penyelam profesional Komodo.

Dalam siaran pers yang diterim Media ini, Minggu, 16 Desember 2018, Formapp menilai rencana  kenaikan tiket yang diwacanakan oleh Gubernur propinsi NTT sangat merugikan pelaku wisata yang ada di kabupaten Manggarai Narat, karena wisatawan asing menilai kenaikan tersebut sangat tidak rasional, sehingga para wisatawan tersebut membatalkan kunjungannya ke Taman Nasional Komodo.

Dari wacana kenaikan tiket di TNK akan banyak pihak yang akan dirugikan, misalnya kapal wisata lokal yang selama ini mengharapkan tamu back pecker atau wisatawan berbajet rendah. Dengan kenaikan tersebut maka wisatawan tidak akan datang ke Labuan Bajo dan Komodo, sehingga yang rugi adalah kapal wisata lokal, karena tidak ada lagi wisatawan yang mengunakan jasa mereka.

Wacana Kenaikan tarif di TNK dari Rp350 ribu menjadi Rp7,5 juta adalah sesuatu hal yang dilakukan tanpa kajian mendalam, sehingga tidak jelas penggunaanya untuk apa saja. “Kami mendesak untuk pembenahaan sistem manajemen keuangan di Taman Nasional Komodo agar lebih terbuka atau transparan,” papar mereka.

Baca Juga :  Pasar Makin Moncer, Garuda Tambah Flight ke Bali dari Melbourne

Akibat dari pernyataan Gubernur NTT tentang wacana kenaikan tarif tersebut banyak pelaku wisata Manggarai Barat yang dirugikan. “Pernyataan gubernur tentang wacana kenaikan tiket masuk ke TNK membawa dampak buruk bagi arus kunjungan wisatawan ke TNK,” tulis mereka.

Mengingat pernyataan Gubernur NTT tidak mendukung program pengembangan sektor pariwisata lokal, maka persatuan  penyelam profesional komodo mendesak gubernur NTT untuk menarik kembali pernyataan tentang kenaikan tiket masuk di TN Komodo melalui pernyataan media lokal, nasional maupun Internasional agar wisatawan memiliki kepastian Informasi dan tidak ragu untuk datan mengunjungi TNK.

“Wacana harga tiket hingga 500 USD dari Gubernur, jika diterapkan di Taman Nasional Komodo sangatlah tidak wajar, karena sangat terlalu mahal,” tulis mereka.

Wacana kenaikan tarif ini juga berdampak pada tour guide sebanyak 350 orang yang ada di Labuan Bajo yang terancam kehilangan mata pencaharian tour / kehilangan Request Tour dari Agent-agent travel dan rekomendasi langsung dari tamu.

Menurunkan pendapatan bagi masyarakat Manggarai Barat yang sumber perekonomian dari Pariwisata seperti pengusaha Hotel, Restoran, WARKOP, Kuliner, Pasar Lokal, Boat, petani, nelayan, peternak dan lainnya.

Baca Juga :  Genjot Wisata Bahari, Selayar Gelar Lomba Pancing Nasional

Bahkan, travel agency telah nenerima dampak dari wacana ini. Dimana wisatawan yang sudah atau sedang berencana melakukan tour, bahkan yang telah melakukan pemesanan tour package ke komodo melalui TA telah membatalkan bookingan tournya dengan alasan rencana kenaikan tarif masuk TNK yang sangat mahal.

Karena itu, mereka meminta Gubernur  NTT untuk membuat pernyataan sikap menghimbau para wisatawan untuk tidak membatalkan perjalanannya ke komodo dan tidak merasa ragu dan kawatir dengan isu kenaikan tarif ini, sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah.

Gubernur harus menyatakan secara resmi kepada media bahwa wacana kenaikan Tiket harus ini melalui kajian yang melibatkan masyarakat dan stakeholder pariwisata sebelum rencana ini di hembuskan ke publik.

Menuntut Gubernur NTT supaya bertanggung jawab atas segala kerugian travel agency, karena wisatawan yang telah melakukan pemesanan paket wisata ke komodo melalui travel agency dibatalkan, akibat pernyataan Gubernur tentang wacana kenaikan tarif.

Menolak dengan tegas wacana kenaikan tariff 500 USD ke Taman Nasional Komodo. Meminta Gubernur NTT melakukan pres rilis mencabut pernyataan wacana kenaikan Tarif 500 USD.

Meminta Gubernur NTT untuk meminta maaf kepada semua wisatawan yang telah membatalkan kepergiannya berwisata ke Pulau Komodo-Labuan Bajo dan Flores. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]