Home / Ekbis / Pelayaran Ditutup, Harga Kebutuhan Pokok di Sabu Melonjak

Pelayaran Ditutup, Harga Kebutuhan Pokok di Sabu Melonjak

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Sejumlah kapal Fery masih parkir di Pelabuhan Bolok, Kupang, karena cuaca buruk (foto/MI)NTTTERKINI.COM, Sabu – Penutupan pelayaran yang dilakukan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebarangan (ASDP) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dua pekan terakhir ini, akibat cucaca buruk menyebabkan harga kebutuhan poko di Sabu Raijua mengalami lonjakan.

Pelayaran dari dan ke daerah itu terhenti, karena gelombang tinggi. Akibatnya, hanya kebutuhan pokok di Sabu mengalami kenaikan, sehingga warga harus berhemat. “Harga kebutuhan pokok disini sudah mulai naik, karena stok terbatas,” kata Lazarus Gie, warga Pulau Sabu yang dihubungi wartawan, Sabtu, 19 Januari 2013.

Harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, diantaranya, Harga beras berbagai jenis naik dari biasanya Rp500 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp600 ribu per kg. Harga gula naik menjadi Rp18 ribu per kg dari harga Rp15 ribu per kg.

Baca Juga :  Antisipasi Kecelakaan, Kapal Penumpang di Kupang Akan Didata

Begitu pula minyak goreng naik dari Rp50 ribu per lima liter menjadi Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per lima liter. “Naiknya harga kebutuhan pokok, karena ketersediaan terbatas. Kami mau bagimana lagi,” katanya.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah setempat menghimbau warga untuk mengkonsumsi pangan lokal, seperti umbi-umbian, jagung, kacang-kacangan, karena masalah ini sudah hampir setiap tahun terjadi, jika adanya penutupan pelayaran. “Ini masalah yang setiap tahun terjadi, dan masih bisa diatasi pemerintah,” kata Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome.

Perahu-perahu pengangkut sembako yang biasanya melayari rute Kupang-Sabu, belum bisa berlayar, karena cuaca buruk. Akibatnya, di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, truk-truk pengangkut bahan kebutuhan pokok sudah mengantre selama dua pekan ini.

Baca Juga :  Perindag: Apel di Kupang Bebas Bakteri

Selain Sabu, sejumlah pulau kecil juga terisolir, karena ketiadaan pelayaraan, seperti Pulau Rote, Ndao, Sabu, Raijua, Palue, Adonara dan Solor. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]