Home / Sosbud / Pelayaran Ditutup, Rote dan Sabu Krisis BBM

Pelayaran Ditutup, Rote dan Sabu Krisis BBM

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.com, Kupang – Pulau Rote dan Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sepekan terakhir ini mengalami krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya jenis premium yang mulai mengalami kelangkaan, karena ketiadaan pelayaran ke dua pulau terpencil itu.

Bupati Rote Ndao, Lens Haning mengakui krisis BBM yang melanda daerah itu, karena ketiadaan pelayaran. Karena itu, dia berharap ada pihak yang mau membantu dengan mendroping BBM menggunakan kapal besar. “Saya berterima kasih sekali, jika ada yang mau membantu membawa BBM ke Rote,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome bahwa daerah juga mengalami krisis BBM, karena ketiadaan pelayaraan. “Ini sudah biasa terjadi setiap tahunnya, jika terjadi penutupan pelayaran,” katanya.

Baca Juga :  Mantan Manajer Beberkan Kebobrokan PT Sasando

Akibat penutupan pelayaran itu, BBM jenis premium di Rote di jual per liter dengan harga Rp 15 ribu per, dan aktivitas di Pulau itu pun sepi. “Hanya dua pengecer yang masih menjual BBM. Sedangkan pengecer lainnya tutup,” kata Libert, warga Rote Ndao.

Krisis BBM ini, menurut dia, sudah terjadi hampir sepekan terakhir ini. Jika tidak segera teratasi, maka Pulau Rote akan lumpuh dari segala aktivitas. “Sekarang saja, sudah tampak sepi. Jika masih kosong, maka Rote bagai kota mati,” katanya.

Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Kabupaten Rote Ndao, Suwonto mengaku BBM di Rote memang sempat terjadi kelangkaan, karena ketiadaan stok. Namun, hari ini sudah bisa teratasi, karena syabandar memberikan ijin bagi kapal motor pengangkut BBM untuk berlayar.

Baca Juga :  Kapolres Lembata: Tak Ada Korban Tewas Lagi

“Hari ini, dua kapal motor yang mengangkut sekitar 200 drum BBM tiba di Rote,” katanya. Dengan itu, dia berharap krisis BBM di Rote dapat teratasi. Diakuinya stok BBM masih ribuan liter. Namun, tidak bisa terangkut ke Rote, karena cuaca buru. “Stok kami masih sekitar 1500 drum yang belum terangkut,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Fredik Tielman mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi lintas sektor dengan Pertamina, Pelni dan Perhubungan untuk mengatasi masalah ini. “Kami berharap ada Kapal besar yang siap mengangkut BBM ke dua pulau itu,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]