Home / Hukrim / Pembangunan Mes BNPP Diduga Gunakan Material Ilegal

Pembangunan Mes BNPP Diduga Gunakan Material Ilegal

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pembangunan astama (Mes) Pegawai Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) senilai Rp 93 milyar lebih yang bersumber dari dana APBN 2019 yang dikerjakan  PT Nindya Karya (NK) diduga gunakan material galian C secara ilegal.

Galian C yang digunakan PT NK, selaku Kontraktor pelaksana menggunakan material galian C bukan dari lokasi milik Perusahaan yang memiliki ijin dari pemerintah Kabupaten Malaka.

Dugaan penggunaan material galian C ini mencuat setelah perusahaan BUMN milik Negara itu tidak melibatkan pengusaha lokal dalam mengeerjakan proyek itu.

“Sebagai orang lokal yang punya armada di desa ini, masa kami tidak dilibatkan dalam proyek,” ujar salah seorang warga Dusun Motamasin, Desa Alas Selatan, Kecamatan kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat dihubungi media ini pada Rabu, 9 Oktober 2019 yang enggan namanya disebutkan.

Baca Juga :  Jaksa Rampungkan Berkas Dugaan Korupsi Bupati Rote

Dikatakan, sebelumnya pada pekerjaan tahap pertama dan kedua Perusahaan yang mengerjakan proyek meski sebagai pekerja harian dan pemasuk.material.

“Dulu proyek tahap pertama dan kedua kami masih, tapi sekarang tidak dilibatkan sama sekali,” katanya.

Warga mengaku penggunaan material di lokasi proyek tidak diambil dari lokasi yang memiliki ijin seperti yang dipakai sebelumnya. “Waktu proyek tahap pertama kami tau ambilnya dimana, tetapi sekarang oroyek tahap ke tiga ini tidak tau mereka pakai suplayer material galian C dari perusahaan mana dan ambil di lokasi yang mana kami tidak tau,” ujar warga.

Karena itu warga berharap PT NK sebagai perusahaan milik negara yang membangun di kawasan perbatasan dapat menggunakan material yang berijin, sehingga memberikan pemasukan bagi pendapatan Negara.

Baca Juga :  Pecandu Narkoba Asal Malaka Diamankan

Selain masalah penggunaan material galian C ilegal juga masalah tanah stadion Kobalima yang masih berstatus tanah Ulayat dan masalah base camp yang belum dimiliki proyek.

Kepala proyek PT Nindya Karya pintu Perbatasan Motamasin, Dony Prasetyo Kusuma membantah menggunakan galian C ilegal, karena pihaknya sudah mengkonfirmasi ke suplayer.

“Kalau terkait ijin galian C, kami sudah konfirmasi sebelumnya ke suplayer terkait, dan kalau bisa bertemu dilapangan biar dijelaskan,” katanya singkat. (Obor/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]