Home / Hukrim / Pembantaian LP Cebongan, Pelanggaran HAm Berat

Pembantaian LP Cebongan, Pelanggaran HAm Berat

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Viktor Manbait

Viktor Manbait

NTTTERKINI.COM, Kupang – Keluarga meminta agar pelaku pembantaian diadili di Pengadilan Komisi Hak Asasi Manusia (HAM). Karena pembantaian di LP Cebongan adalah pelanggaran HAM berat.

“Seluruh pelaku pembunuhan LP Cebongan harus diadili di pengadilan HAM,” kata kata Viktor Manbait, kakak kandung Yohanes Yuan Manbait, salah satu korban penembakan di LP Cebongan, Jumat, 5 April 2013.

Keluarga menilai peristiwa pembantaian di LP Cebongan terjadi secara sistematis dan terencana, yang dilakukan oleh aparatur negara (Kopasus) dengan melibatkan unsur komando. Dimana, pelaku dengan semangat korsa telah melakukan penyerangan dan membantai empat tahanan.

Kesimpulan yang disampaikan TNI adalah bagian dari skenario TNI untuk menghindari pertanggungjawaban atas pelanggaran HAm berat tersebut. “Kami menyimpulkan bahwa pembantaian di LP Cebongan adalah pelanggaran HAM berat,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Gencar Operasi Miras dan Razia THM

Keluarga juga menolak hasil tim investigasi TNI yang menyebutkan tewasnya Serka Heru Santoso di Hugos Cafe, karena aksi pembunuhan secara sadis, tragis dan brutal yang dilakukan oleh kelompok preman di Yogyakarta. “Ini menunujukan rendahnya integritas dan indepensi tim investigasi TNI,” katanya.

Keluarga empat korban penembakan di Lembaga Pemsyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta mengatakan sebelum keempat tahanan dibantai oleh anggota Kopasus, telah terjadi pertemuan antara Kapolda DIY dan petinggi TNI. “Pertemuan itu berlangsung alot, dan menghasilkan beberapa keputusan,”

Menurut dia, keluarga menilai hasil investigasi TNI hanya bualan untuk menutupi skenario penyerangan LP cebongan, karena peristiwa di Hugos Cafe pada 19 Maret 2013, dan pembantaian pada 23 Maret 2013 adalah bagian peristiwa penting yang harus diurai secara utuh.

Baca Juga :  Ratusan Personel TNI- Polri Diterjunkan ke SBD

Keluarga korban, kata Viktor, menemukan telah terjadi intimidasi saat pemeriksaan Deky Sahetapy di Polres Sleman, sehingga dipindahkan ke Polda Yogyakarta, pada 19 Maret 2013.

Pada hari yang sama terjadi pertemuan antara Kapolda dan sejumlah petinggi TNI yang menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya pemecatan terhadap anggota polisi Bripka Yohanes Yuan Manbait. Bagian lain yakni telah terjadi teror dan intimidasi kepada warga NTT di Yogyakarta.

Empat korban penembakan LP Cebongan, 23 Maret 2013 yakni Deky Sahetapy, Dedi Chandragalaja, Adi Rohi Riwu dan Juan Manbait. Keempatnya adalah tahanan terkait kasus tewasnya anggota Kopasus di Hugos Cafe. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]