Home / Polkam / Pemuda Lintas Agama di NTT Deklarasi Tolak People Power

Pemuda Lintas Agama di NTT Deklarasi Tolak People Power

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Abdul Muis

NTTTERKINI.COM, Kupang – Gerakan Pemuda Ansor dan Pemuda Lintas Agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar doa kebangsaan dan deklarasi menolak people power yang akan dilaksanakan 22 Mei 2019.

Acara yang dibalut dalam thema “Menebar Kedamaian dan Menjaga Keutuhan Bangsa” ini digelar Selasa, 21 Mei 2019 malam bertempat di Asrama Haji, dan dihadiri oleh sejumlah pemuda lintas agama dan unsur Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketua GP Ansor Nusa Tenggara Timur, Abdul Muis mengatakan acara Doa Kebangsaan merupakan gagasan bersama pemuda NTT yang mempunyai visi kebangsaan Indonesia.

Dia mengajak para pemuda untuk menjaga NTT agar tetap menjadi Nusa Terindah Toleransi. “Wajib kita lawan klaim yang mengatakan bahwa Indonesia ini milik sekelompok orang,” ujar Abdul Muis.

Baca Juga :  KPUD Diingatkan Tak Gegabah Hadapai Gugatan Esthon- Paul

Menurutnya, Indonesia dibangun oleh semua tokoh lintas agama. Karena itu, semua pemuda dari berbagai keyakinan dan kepercayaan di Nusa Tenggara Timur ingin mengawal visi kebangsaan NKRI. “Hari ini, kita ingin menyampaikan pesan-pesan kebangsaan tersebut,” tegas Abdul Muis.

Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama NTT, KH. Ali Mahfud mengatakan semua masyarakat harus memiliki suatu keinginan bersama untuk memikirkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Marilah kita membangun toleransi keagamaan dalam perbedaan kita. NKRI dari dulu sudah berbeda. Dengan perbedaan itu, mari kita mengawal bersama NKRI. NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

Dia berharap semua masyarakat NTT harus menguatkan kembali kebersamaan dan persatuan dalam membangun bangsa dan negara.

Baca Juga :  KPU Rilis Quick Count Pilkada Melalui Website

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Hengelbertus Boli mengatakan, agama harus menjadi payung keberagaman. “Saya mengajak kita semua pemuda untuk bersama membangun bangsa dan negara ini dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika sebagai simbol persatuan,” tegasnya.

Acara ini pun diakhiri dengan pembacaan deklarasi GP Ansor bersama Pemuda Lintas Agama Nusa Tenggara Timur.

GP Ansor dan Pemuda Lintas Agama di NTT sepakati beberapa poin penting yang mana salah satunya adalah menolak dengan tegas gerakan People Power yang akan dilaksanan 22 Mei 2019 besok di Jakarta.

Menurut berhatap masyarakat Indonesia diminta untuk menghormati keputusan KPU dan Bawaslu terkait hasil Pemilu. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]