Home / Hukrim / Penahanan Caleg PKS Diprotes

Penahanan Caleg PKS Diprotes

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Penahanan calon anggota legislatif (Caleg) PKS asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Eusebius Lameng oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka terkait kasus penghinaan mendapat protes dari keluarga korban, karena menilai kasus tersebut telah dicabut oleh pelapor dan kadaluarsa.

“Kami heran kasus itu masih diproses hingga Kejaksaan, padahal kasus itu telah dicabut oleh pelapor dan kadaluarsa,” kata Wiliam Lamena, keluarga Esebius kepada wartawan di Kupang, Selasa, 11 Februari 2014.

Kasus penghinaan ini, menurut dia, terjadi sejak tahun 2010 lalu, dan saat itu pelaku, Eusebius telah ditahan Kejaksaan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Namun dalam perjalanan korban, Gabriel Rudy Tri Novianta Lameng mencabut berkas perkara itu. “Kami sudah selesaikan secara kekeluargaan sehingga laporannya dicabut,” katanya.

Baca Juga :  Mengaku Dekat Istri Wakapolda, Helena Rusak Delapan Mobil

Pada tanggal 6 Februari 2014, pelaku kembali dipanggil oleh penyidik Polres Sikka, saat itu berkas dan pelaku diserahkan ke kepolisian dan ditahan di rumah tahanan Maumere. “Keluarga, termasuk istri dan anaknya dilarang membesuk pelaku di tahanan,” katanya.

Dia menilai penahanan terhadap caleg PKS itu tidak prosedural, karena kasus ini telah kadaluarsa, dimana ancaman hukumannya hanya 1 tahun penjara dan denda Rp2.500. Sedangkan, kasus ini telah terjadi 4 tahun lalu. “Kami merasa aneh dengan penahanan itu. Kami menduga ada kepentingan politik dari penahanan ini,” tegasnya.

Karena itu, keluarga meminta agar pelaku dibebaskan dari tahan demi hukum serta pengehentian proses peradilan pidananya, serta meminta Kapolda dan Kejaksaan Tinggi untuk memroses penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memroses kasus ini. “Kami mita agar kasus ini segera dihentikan, dan pelaku dibebaskan,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Aborsi, Berkas Bidan Dewi Siap Dilimpahkan ke PN

Sementara itu, Humas Kejaksaan Tinggi NTT Ridwan Angsar yang coba dihubungi berulang kali enggan menerima telepon wartawan. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]