Home / Sosbud / Pencemaran Laut Timor, Pelangaran HAM

Pencemaran Laut Timor, Pelangaran HAM

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Seminar Pencemaran Laut Timor di Undana

Seminar Pencemaran Laut Timor di Undana

NTTTERKINI.COM, Kupang – Pakar Hukum Pidana, Fakultas Hukum Universitas Negeri Nusa Cendana Kupang Karolus Kopong Medan mengatakan, tragedi tumpahan minyak Montara yang telah mencemari Laut Timor merupakan pelanggaran HAM berat.

“Ini pelanggaran HAM, karena berdampak pada eksistensi manusia di Nusa Tenggara Timur,” katanya saat seminar Internasional tentang pencemaran Laut Timor di Kupang, Selasa, 18 Februari 2014.

Dengan mendorong pencemaran di Laut Timor sebagai sebuah pelanggaran HAM berat, maka akan ada konsekuensi pertanggung jawaban yang mutlak dari negara, baik Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Australia. “Dampak pencemaran ini bisa lebih menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Bupati Rote Ndao Leonard Haning mengaku, pascameledaknya ladang minyak Montara, telah memberikan kerugian besar bagi masyarakat nelayan di pulau terselatan yang berbatasan laut dengan Australia itu.

Baca Juga :  Kesulitan BBM, Nelayan Oeba Geruduk DPRD Kota 

Kerugian yang dialami masyarakat di Kabupaten Rote Ndao, baik berupa sosial, maupun ekonomi. Dari kerugian itu, Pemerintah Rote Ndao telah menghitung ganti kerugian atas sejumlah dampak tersebut.

Taksasi kerugian baik ekonomi maupun sosial bagi masyarakat yang harus diganti mencapai total Rp7,6 triliun. “Jumlah kerugian langsung Rp4,7 triliun, dan dampak tidak langsung Rp671 miliar,” katanya.

Dia berharap persoalan ini segera diselesaikan, agar petani rumput laut dan nelayan bisa kembali melakukan aktivitasnya, demi pemenuhan kebutuhan kehidupannya. “Kami berharap ganti ruginya segera direalisasikan,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]