Home / Sosbud / Penerima Jamkesmas Berkurang 138 Ribu

Penerima Jamkesmas Berkurang 138 Ribu

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Stef Bria Seran

NTTTERKINI.COM, Kupang – Jumlah penerima program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) untuk Nusa Tenggara Timur tahun 2013 berkurang sebanyak 138.020 penerima, dari tahun 2012 sebanyak 2,809 juta menjadi 2,671 juta lebih di tahun 2013.

“Kami tidak bertanggungjawab atas pengurangan jumlah peserta Jamkesmas 2013. Langsung tanyakan saja masing-masing kepala daerah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Stef Bria Seran, Rabu, 13 Februari 2013.

Dikuatirkan pengurangan penerima Jamkesmas ini akan memunculkan aksi protes di masyarakat terutama mereka yang pada tahun 2012 lalu mendapat pelayanan kesehatan melalui program Jamkesmas. Namun, tahun 2013 namanya dihapus.

“Pemerintah daerah harus memberi penjelasan tentang kebijakan pengurangan peserta Jamkesmas, sehingga tidak memunculkan permasalahan di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Kejari Kupang Lidik Dugaan Korupsi Irigasi Fatukoa

Pada kesempatan itu ia menyebutkan hanya beberapa kabupaten yang tidak memunculkan permasalahan soal penetapan jumlah peserta Jamkesmas. Karena jumlahnya meningkat dari tahun 2012 lalu yakni Timor Tengah Selatan, Lembata, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua.

Sedangkan, 13 kabupaten lainnya bakal bermasalah terkait jumah penerima jamkesmas 2013 ini. Karena jumlah pesertanya berkurang dari tahun 2012 lalu, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengau Utara (TTU) Belu, Alor, Sikka, Ende, Nagekeo, Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumab Timur, Sumba Tengah, dan Rote Ndao. “Orang miskin tidak dipungut bayaran, tetapi pemberi pelayanan tetap harus diberi imbalan jasa,” katanya.

Anggota Komisi D bidang kesehatan dan kesejahteraan DPRD NTT, Vinsen Pata meminta pemerintah kabupaten untuk mengkaji lagi penetapan jumlah peserta Jamkesmas 2013. Karena bisa memunculkan kecemburuan di masyarakat, apalagi mereka yang tahun 2012 ditetapkan sebagai penerima program ini, namun tahun 2013 namanya sudah dicoret. “Jika tidak, pemerintah perlu menjelaskan secara detail tentang alasan pengurangan itu,” katanya. (Rit) 

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]