Home / Hukrim / Penetapan Tersangka Marthen Dira Tome Dipertanyakan

Penetapan Tersangka Marthen Dira Tome Dipertanyakan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kuasa hukum Marthen Dira Tome saat mendatangi Polda NTT

Kuasa hukum Marthen Dira Tome saat mendatangi Polda NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kuasa hukum mantan Kepala bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas Pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT), Marthen Dira mempertanyakan penetapan tersangka terhadap kliennya, yang dilakukan tanpa pemeriksaan saksi dan menjalankan putusan praperadilan yang dimenangkan Marthen.

“Kami heran belum ada pemeriksaan saksi, tapi sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini,” kata Johanis Rihi kepada wartawan saat mendatangi Mapolda NTT, Kamis, 10 November 2016.

Mantan Kepala Bidang PLS Marthen Dira Tome kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Oktober 2016 terkait kasus dugaan korupsi dana PLS tahun 2007 senilai Rp 77 Miliar.

Baca Juga :  5 Pengedar Narkoba di NTT Terancam Hukuman Mati

Sesuai jadwal, hari ini KPK akan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi tersebut di Mapolda NTT. Dalam surat panggilan kepada sejumlah saksi yang akan diperiksa disebutkan pemeriksaan saksi atas tersangka Marthen Dira Tome.

Padahal, menurut dia, KPK belum menjalankan putusan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang memenang Marthen Dira Tome. Dimana dalam amar putusannya memerintahkan kepada termohon (KPK) untuk menghentikan penyidikan terhadap kasus PLS, dan mengembalikan kepada Kejaksaan Tinggi NTT untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Pada poin lainnya menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon yang berkaitan dengan penetapan tersangka yang sifatnya merugikan pemohon. “Nah, putusan ini belum dilaksanakan, tiba- tiba sudah ada tersangka,” katanya.

Baca Juga :  Copet dengan Kekerasan, Mantan Polisi Ditangkap

Berdasarkan surat panggilan kepada saksi, terungkap laporan kasus dugaan korupsi PLS diterima pada 18 Oktober 2016, dan surat perintah penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2016 dengan menyebutkan Marthen sebagai tersangka. “Sementara dalam rentang waktu 18 Oktober-31 Oktober, tidak ada seorang pun yang diperiksa sebagai saksi,” tegasnya.

Penyidik KPK yang dipimpin penyidik Hendrik Kristian yang berada di Mapolda NTT hingga saat ini enggan menemui mantan Kabid PLS NTT  dan kuasa hukumnya. (Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]