Perang Suku di Adonara, Enam Orang Dilaporkan Tewas

0
553

Pihak keamanan saat mengevakuasi korban perang suku

NTTTERKINI.COM, Kupang – Dua suku di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama terlibat perang tanding memperebutkan lokasi tanah namanya Wulewata, Bani. Akibatnya enam orang dilaporkan tewas. 

“Saya baru komunikasi lewat telepon dengan BPD dan aparat desa Sandosi dan diketahui korban meninggal dunia 6 orang dan luka-luka belum diketahui, karena lokasinya cukup jauh dari Desa Sandosi,” kata Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli kepad Tempo, Kamis, 5 Maret 2020.
Dia mengaku telah meminta pemerintah Desa Sandosi agar menghimbau suku-suku lain jangan terprovokasi dan masing-masing suku yang bertikai menahan diri agar jangan jatuh korban lagi.
“Saya sudah menghimbau semua camat sedaratan Pulau Adonara dan desa-desa lain agar menahan masyarakatnya, jika punya niatan membantu suku-suku yang lagi bertikai di Desa Sandosi. Di Adonara secara Lamaholot ada namanya “nara” atau sekutu lintas desa dan wilayah,” katanya.
Dia mengatakan pemerintah dan aparat keamanan akan menyeselesaikan masalah yang ada. 
Dia juga menghimbau warga agar agar tidak membuat viral di media sosial (Medsos) hal-hal yang provokatif yang justru memperuncing keadaan disana. “Jika ada yang menulis bernada provokatif alias ujaran kebencian, maka minta saya minta kapolres segera menangkap pihak-pihak yang dengan sengaja provokasi para pihak,” katanya.
Dia juga minta aparat kepolisian dan TNI agar mengirim pasukan lebih banyak dan siaga di Desa Sandosi dan sekitarnya sebelum korban dibawa masuk kampung, karena situasi rusuh bisa saja terjadi saat itu.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh warga Flores Timur untuk berdoa agar masalah ini segera diselesaikan dan korban tidak lagi bertambah. “Pemerintah juga menyampaikan turut berduka cita atas tragedi kematian saudara-saudara kita di Sandosi dalam konfik tanah ini. (Ado)

Komentar ANDA?