Home / Hukrim / Perang Tanding di Adonara, Gubernur Minta Diredam

Perang Tanding di Adonara, Gubernur Minta Diredam

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Perang tanding di Adonara

Perang tanding di Adonara

NTTTERKINI.COM, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta agar perang tanding antarwarga dua desa yakni Redontena dan Adobala di Kecamatan Klubagolit, pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, segera diredam, sehingga tidak terjadi perang tanding susulan.

“Saya sudah mendapat leporang terkait perang tanding antardua desa tersebut,” kata Gubernur Frans Lebu Raya kepada wartawan, Kamis, 6 Juni 2013. Warga dua desa di Redontena dan Adobala di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur terlibat bentrokan terkait masalah lahan garapan di batas dua desa itu. Akibatnya, dua orang mengalami luka tembak senjata rakitan dan belasan rumah rusak.

Gubernur mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk meredam pertikaian antarwarga dua desa itu, dengan menghubungi beberapa tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama mencari solusi. “Saya hubungi tokoh masyarakat dua desa agar bersama mencari solusi,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Amankan 27 Motor Bodong

Sementara itu, Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin mengaku telah menggelar pertemuan dengan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI, serta tokoh masyarakat dua desa yang bertikai untuk mencari solusi guna menghentikan perang tanding ini. “Kami sudah pertemuan dengan aparat keamanan dan akan dilanjutkan pertemuan di desa Redontena dan Adobala,” katanya.

Menurut dia, informasi yang diterimanya, pemicu masalah ini terjadi pada Selasa, 4 Juni 2013 malam, ketika sejumlah oring kosong (Oring adalah pondok) warga Redontena di lahan sengketa dibakar. “Pembakaran itulah yang memicuh kemarahan warga Redontena, sehingga terjadi insiden itu,” katanya.

Masalah sengketa lahan garapan antardua desa sudah lama, sehingga harus diselesikan secepatnya agar tidak lagi memunculkan masalah baru. “Kami akan berupaya mencari solusi terbaik dalam kasus ini, agar tidak membuat warga resah,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]