Home / Ekbis / Perdagangan dan Jasa Pengerak Ekonomi di Kota Kupang

Perdagangan dan Jasa Pengerak Ekonomi di Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ebenhaizer Ndapamerang

NTTTERKINI.COM, Kupang –  Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Ebenheizer Ndamerang mengatakan sumber pengerak ekonomi di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) lebih pada sektor perdagangan dan jasa.

“Sumber ekonomi Kota Kupang lebih pada sektor perdagangan dan jasa. Ekonomi kerakyatan dalam bentuk usaha mikro dan kecil memiliki kontribusi yang besar dalam geliat ekonomi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM kota Kupang, Ebenheizer Ndapamerang, Senin, 18 November 2019.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, tercatat sebanyak 567 koperasi simpan pinjam terdaftar dan UMKM sebanyak 17 ribu yang selama ini juga mendapatkan bantuan dana Pemberdayaan Masyarakat (Dana PEM) yang tersebar di 51 kelurahan.

Baca Juga :  PSK Ancam "Buka Lapak", Kadis Sosial: Silahkan Saja

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Rikardus Yunatan mengatakan guna meningkatkan sumber ekonomi daerah sebagai kota perdagangan dan jasa, maka koperasi produksi dapat menjadi solusi kekuatan ekonomi.

“Kami mau mendorong pemerintah Kota Kupang ke depan, mengalakkan koperasi produksi sebagai kekuatan ekonomi di Kota Kupang,” kata Rikardus.

Menurut dia, koperasi produksi yang dimaksud yakni bukan koperasi simpan pinjam, namun koperasi produksi yang memberdayakan berbagai bidang ekonomi dan jasa pariwisata.

Contohnya bidang perikanan sehingga sejak dari proses pembibitan, jenis ikan yang baik untuk budidaya usaha, perawatan hingga pemasaran dan aspek legal dengan melibatkan tiga komponen yaitu anggota koperasi, dunia
pendidikan guna mengedukasi pengusaha perikanan dan bidang perbankan dari sisi penguatan modal usaha.

Baca Juga :  Kemendagri Tak Setujui Pinjaman Daerah Rp900 Miliar

“Kiami lebih butuh koperasi produksi guna pergerakan ekonomi sehingga tidak hanya sebagai kota transit tapi mampu menjadi kota penghasil dan pengerak ekonomi berbasis masyarakat,” tutup Rikardus. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]