Home / Sosbud / Perusahaan Pencemar Laut Timor Bohongi Rakyat NTT

Perusahaan Pencemar Laut Timor Bohongi Rakyat NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Inilah dampak pencemaran minyak di Laut Timor

NTTTERKINI.COM, Kupang – PTTEP Australasia (AA), perusahaan ladang minyak Montara yang meledak 21 Agustus 2009 silam, dan telah mencemari perairan Laut Timor dinilai telah membohongi rakyat Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengeluarkan data-data yang tidak valid.

Koordinator OWI, Herman Jaya mengatakan pengakuan PTTEP Australasia yang dipublikasi dan disebarkan melalui lembaran fakta PTTEP AA (PTTEP AA Fact Sheet) menyebutkan hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung dan dapat diverifikasi telah terjadinya pencemaran di perairan Indonesia akibat dari meledaknya ladang minyak Montara.

Sementara berdasarkan pada sebuah studi ilmiah independen yang dilakukan PTTEP AA dibawah pemantauan Pemerintah Australia menemukan 98,6 persen dari tumpahan minyak Montara di permukaan laut berada dalam perairan Australia.

Disebutkan juga tumpahan minyak terbesar dari Montara berada dalam radius 22.8 km dari sumber ledakan dan berjarak lebih dari 300 km dari Indonesia. “Hasil ini didukung penuh oleh salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dibayar PTTEP untuk melakukan penelitian terkait pencemaran di Laut Timor,” kata Herman, Senin, 21 Januari 2013.

Baca Juga :  Hati-Hati... Ada 46 Titik Rawan Longsor di NTT

Dalam penelitian yang dilakukan perguruan tinggi Indonesia tersebut menunjukkan bahwa tumpahan minyak Montara yang mencapai perairan Indonesia telah terbawa pergi ke arah barat-selatan-barat menuju lautan Hindia melalui aliran arus Indonesia yang sangat kencang.

Lembaran fakta itu, menurut dia, merupakan kebohongan, karena jarak ladang Montara ke Indonesia lebih dari 300 Km, karena lembaran dokumentasi presentasi Pemerintah Federal Australia menunjukkan bahwa jarak ladang Montara lebih dekat ke Indonesia dari pada ke Australia yakni hanya 250 Km, dan ke Australia 254 Km. “Kalaupun benar hasil penelitian PTTEP AA dengan Pemerintah Australia menunjukkan bahwa tumpahan minyak Montara hanya berada sekitar radius 22.8 Km dari ladang Montara di perairan Australia,itu berarti hanya 272.8 Km saja dari Indonesia.Bukan 300 Km lebih,” katanya.

Hasil penelitian PTTEP AA dengan Pemerintah Australia yang didukung dan diperkuat oleh perguruan tinggi di Indonesia sangat tidak valid dan ditolak. Hal ini disebabkan oleh karena hasil penelitian perguruan tinggi di Indonesia itu dilakukan secara tertutup, tidak transparan dan tidak independen sehingga hasilnya tidak kredibel.

Baca Juga :  Ruang Kelas SMAN 3 Kupang Nyaris Roboh

Selain itu perairan Laut Timor yang tercemar itu berada di salah satu wilayah pusat arus lintas Indonesia (ARLINDO) yang sifat arus bawah lautnya sangat kencang dan terus berputar-putar di wilayah tersebut yakni dari Selatan-Utara dan sebaliknya. “Ini adalah sebuah kebohongan besar bila dikatakan tumpahan minyak Montara terbawa arus kencang Indonesia dari arah barat-selatan-barat menuju lautan Hindia,” tegasnya.

Kebohongan lain, lanjut Herman, yakni tidak ada bukti ilmiah yang mendukung dan dapat diverikasi telah terjadinya pencemaran di perairan Indonesia. Karena PTTEP AA dan Pemerintah Australia tidak merespons klaim penelitian ilmiah yang diajukan rakyat korban dari Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur yang telah disampaikan sejak tahun 2010.

Selain itu ada data-data ilmiah penelitian awal yang independen dan transparan menunjukkan bahwa kerugian sosial ekonomi masyarakat diperkirakan mencapai Rp 16,9 triliun per tahun atau sama dengan 1,7 miliar dolar Amerika Serikat. “Inilah kebohongan-kebohongan PTTTEP AA terhadap pencemaran yang terjadi di Laut Timor,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]