Home / Hukrim / Pesawat Asing Jatuh di Hutan NTT, Satu Tewas

Pesawat Asing Jatuh di Hutan NTT, Satu Tewas

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.com, Soe — Sebuah pesawat berukuran kecil asal Australia diduga kuat jatuh di kawasan hutan Benlutu, Fatumetan, Desa Benlutu, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada 5 Desember 2012 lalu. Kecelakaan itu menewaskan satu warga negara Australia yang diduga pilot. Bangkai pesawat dan korban baru berhasil dievakuasi lima hari kemudian.

Dorkas dan Habel, dua saksi mata saat ditemui Kompas.com di dekat lokasi jatuhnya pesawat, Jumat (11/1/2013) petang, mengaku awalnya dia melihat pesawat tersebut berputar-putar dan terbang rendah di kawasan hutan itu hingga akhirnya jatuh.

“Sekitar awal Desember 2012 sebelum hari Natal, ada sebuah pesawat kecil yang beputar sebanyak empat kali di udara melewati Kecamatan Mollo Selatan menuju Kecamatan Amanuban Barat begitupun sebaliknya. Kemudian (pesawat) berputar lagi dari arah Kecamatan Batu Putih ke arah Soe, setelah itu menghilang. Beberapa hari kemudian kami mendengar kalau pesawat itu jatuh,” kata Dorkas.

Baca Juga :  Sempat Diamankan, Tiga ABK Cemari Hostia Dibebaskan

Hal yang sama juga disampaikan pastor Paroki Benlutu, Pater Dami Tasaeb. Dia mengaku mendapat informasi dari umatnya yang menyaksikan langsung bangkai pesawat dan mayat warga negara Australia diangkut dengan menggunakan dua unit mobil berukuran besar.

“Waktu itu saya kebetulan baru melakukan kunjungan kerja dalam rangka melayani umat di beberapa stasi. Namun, setelah sampai di tengah kawasan hutan Benlutu, saya melihat banyak warga dan para pekerja jalan berkumpul sehingga saya kemudian bertanya kepada mereka, dan mereka mengaku baru saja melihat dua unit mobil tronton yang mengangkut bangkai pesawat dan mayat warga negara Australia yang kemudian diketahui adalah pilot pesawat itu,” beber Pater Dami.

Baca Juga :  PKPI TTS Buka Pendafataran Caleg

“Namun, aneh setelah itu, berita tentang jatuhnya pesawat sepertinya luput dari perhatian warga dan wartawan,” lanjutnya.

Menurut Pater Dami, jalan menuju jatuhnya pesawat semula tidak ada. Namun, pada saat dua kendaraan itu tiba, mereka membawa serta kendaraan lain dan langsung membuka jalan baru untuk proses evakuasi.

Kompas.com juga melakukan investigasi sampai di tengah kawasan hutan. Terlihat jalan tersebut memang baru saja dibuat dan jalan sepanjang 500 meter itu berakhir di sebuah jalan buntu. Di kawasan itu terlihat pula ada beberapa pohon yang tumbang dan patah seperti terkena hantaman benda keras. Namun, tak ada puing-puing apa pun di sekitar area itu. (Kompas.com)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]