Home / Ekbis / Petani Kupang Keluhkan Ketersediaan Pupuk

Petani Kupang Keluhkan Ketersediaan Pupuk

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
ilustrasi

ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Petani di Kelurahan Oesao, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan kesulitan mendapat pupuk di koperasi maupun pertokoan, karena cuaca buruk, sehingga terhambatnya distribusi pupuk.

“Stok pupuk di koperasi dan toko sudah kosong, sehingga kami kesulitan mendapat pupuk untuk tanaman pertanian,” kata Tonci Lada, seorang petani asal Kelurahan Oesao, Jumat, 7 Februari 2014.

Dia kuatir tanaman pertanian, seperti padi akan mengalami gagal panen, karena ketiadaan pupuk. “Kami sudah pasrah dengan keadaan ini. Namun, kami berharap ketersediaan pupuk bisa secepatnya,” kata Tonci.

Hal serupa juga dialami petani di Kecamatan Amarasi yang mulai kesulitan mendapatkan pupuk, akibat cuaca buruk. “Kami disini juga kesulitan mendapat pupuk, khususnya pupuk urea,” katanya.

Baca Juga :  Jokowi Perintahkan Bangun Pasar Perbatasan di Mota'ain

Pupuk urea itu biasa digunakan petani pasca tanam padi, sehingga pupuk itu dibutuhkan segera, jika tidak tanaman padi tidak akan berkembang atau mati yang berakibat pada gagal panen. “Kami berharap pemerintah segera mendistribusikan pupuk ke petani,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba mengatakan stok pupuk masih tersedia, namun kendala pada pendistribusian, akibat cuaca ektrim yang melanda daerah ini. “Stok pupuk selalu tersedia. Kamis kesulitan distribusi dengan cuaca seperti ini,” katanya.

Stok pupuk tahun 2014, antara lain pupuk urea sebanyak 18.800 ton yang dijual dengan Rp 18.800 kilogram (kg), SP36 sebanyak 4,200 ton Rp 2000/kg, za, 900 ton Rp1400/kg, NPK 8700 ton Rp2300/kg dan organik 2600 ton Rp500/kg. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]