Home / Polkam / Pilgub Tiga Kabupaten di NTT Terancam Dianulir

Pilgub Tiga Kabupaten di NTT Terancam Dianulir

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ali Antonius

Ali Antonius

NTTTERKINI.COM, Jakarta – Pasangan calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay- Paul Tallo optimis majelis hakim akan mengabulkan permohonan pemohon untuk menganulir pemilu gubernur (Pilgub) di tiga kabupaten yakni Sumba Barat Daya, Sikka dan Lembata.

“Kami yakin tiga kabupaten itu akan dianulir oleh MK,” kata kuasa hukum Esthon- Paul, Ali Antonius kepada NTTTERKINI.COM di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2013.

Keyakinan itu, menurut dia, karena bukti-bukti yang diajukan ke MK terkait pelanggaran di tiga kabupaten itu sangat valid, sehingga tidak ada alasan bagi MK tidak mengabulkan permohonan itu. “Kami yakin MK akan kabulkan permohonan kami,” katanya.

Jika tiga kabupaten itu dianulir, jelasnya, maka Esthon- Paul akan ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. “Makanya dalam kesimpulannya, kami minta agar MK menetapkan Esthon- Paul sebagai gubernur terpilih,” katanya.

Baca Juga :  Ben Mboi Berpesan untuk Pilih Esthon- Paul

Berdasarkan perhitungan sesuai Pleno KPU, Frenly unggul sebanyak 52 ribu suara. Jika MK menganulir pilgub Sikka, maka Esthon- Paul sudah dipastikan menjadi gubernur NTT, karena jumlah suara setelah dikurangi 52 ribu, Esthon- Paul unggul dengan 8.335 suara. Jika MK mengabulkan permohonan anulir di Kabupaten Lembata dan Sumba Barat Daya, maka akan terpaut 2.325 suara. Total seluruh tiga kabupaten jika dianulir, maka suara Frenly akan hilang 114.992 suara.

Hal senada juga disampaikan Konsultan hukum Ihza dan Ihza Law Firm, Bayu Nugroho yang berkeyakinan MK akan mengabulkan gugatan yang dimohonkan Esthon-Paul. Karena dalam persidangan sudah banyak dalil yang terbukti. Apalagi, timnya telah membawa bukti-bukti yang cukup seperti yang telah didalilkan. “Jadi kami tetap optimis permohonan diterima,” katanya.

Baca Juga :  2013, Imigrasi Kupang Amankan 96 Imigran Gelap

Sementara itu, Kuasa hukum Frenly, Marsel Radja meminta majelis hakim menolak seluruh gugatan pasangan Esthon- Paul, karena tidak terbukti, seperti yang didalilkan yakni pelanggaran itu dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). “Kami minta hakim menolak seluruh gugatan itu,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]