Home / Ekbis / PLN Klarifikasi Kemarahan Gubernur NTT

PLN Klarifikasi Kemarahan Gubernur NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ricard Safkaur

Ricard Safkaur

NTTTERKINI.COM, Kupang – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengklarifikasi kemarahan Gubernur Frans Lebu Raya yang menilai tarif dasar listrik (TDL) industri di daerah itu lebih mahal dari tarif di Pulau Jawa dan Sumatera.

“TDL seluruh Indonesia berlaku sama, karena ditetapkan DPR yang dituangkan dalam Kepres. PLN hanya sebagai operator saja,” kata Kepala PLN Wilayah NTT Ricard Safkaur di Kupang, Rabu, 20 November 2013.

Menurut dia, tarif listrik untuk industri di Indonesia sebesar Rp800 per kwh. Namun, tarif listrik industri dibagi lagi dalam beberapa kategori dengan pelayanan yang berbeda, dari Rp800 per kwh hingga Rp1.650 per kwh. “Rp1650 per kwh masuk kategori khusus atau traif premium dengan pelayanan tanpa batas daya,” katanya.

Baca Juga :  Terbang 10 Menit, Lion Air Kembali ke El Tari

Dia mengatakan, investor yang hendak masuk ke NTT selalu meminta pelayanan khusus, artinya listrik tak boleh padam sedetik pun. “PLN menyanggupinya, namun biayanya lebih mahal, karena ada perlakuan khusus,” katanya.

PLN, katanya, juga selalu menawarkan ke investor dengan pelayanan khusus itu, namun tidak memaksakan investor untuk membayar semahal itu. Jika setuju, maka PLN akan membuat kontrak dengan investor yang datang ke NTT. “Rata-rata investor ingin harga yang murah dengan pelayanan khusus,” katanya.

Dia mencontohkan, permohonan pemasangan listrik untuk smelter mangan di Kabupaten Kupang yang meminta pelayanan khusus. Namun enggan membayar mahal. Pelayanan khusus di NTT hanya digunakan PT Semen Kupang. “Jika mati sedetik saja, kami akan mengganti kerugiannya, dan itu tertuang dalam kontrak,” katanya.

Baca Juga :  Hypermart Investasi Rp 40 Miliar di Kupang

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sebelumnya berang setelah mengetahui tarif listrik untuk industri di NTT lebih mahal yakni Rp1600 per kwh, padahal di Pulau Jawa dan Sumatera hanya Rp800 per kwh. “Saya akan laporkan masalah ini ke Presiden,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]