Home / Hukrim / PN Kupang Tolak Eksepsi PT GIN

PN Kupang Tolak Eksepsi PT GIN

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kuasa hukum PT PKGD saat berikan keterangan pers

NTTTERKINI.COM, Kupang – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak eksepsi yang diajukan tergugat PT Garam Indo Nasional (GIN) Cs terkait gugatan PT Puncak Garam Keemasan Dunia (PKGD) yang mengakusisi Hak Guna Usaha (HGU) PT Panggung Gunda Ganda Semesta (PGGD) di wilayah Kabupaten Kupang.

“Dalam putusan Sela, Hakim PN Kupang menolak eksepsi yang diajukan tergugat,” kata Kuasa hukum PT PKGD, Henry Indraguna, Kamis, 6 Desember 2018.

Putusan itu disampaikan Hakim saat sidang di PN Kupang yang digugat oleh PT PKGD pada sidang di PN Kupang pada Selasa, 5 Desember 2018.

Tergugat dalam hal ini yakni PT Garam Indo Nasional (GIN), PT Timor Liverstok, Donikson Laisnima, Koperasi Feto Mone Sonaf Oninama, Bupati Kupang, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Bawa 105 Butir Peluru, Anggota Polda NTT Diamankan

Dalam putusannya, jelas dia, hakim menegaskan bahwa PN Kupang berwenang untuk mengadili dan memutuskan perkara yang diajukan oleh penggugat (PT PKGD) di PN Kupang.

Hakim menilai gugatan yang diajukan PT PKGD sudah tepat, karena gugatan yang diajukan, bukan sengeketa tanah, tapi Perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan para tergugat.

“PMH dimaksud yakni aktifitas para tergugat yang dilakukan tanpa ijin dari PT PKGD, dan pembukaan tambak garam, serta pembukaan jalan di lahan HGU milik PT PKGD,” katanya.

Hal ini disampaikan agar masyarakat mengetahui bagaimana proses persidangan di PN Kupang.

Dia mengaku pihaknya belum melakukan pekerjaan di lahan HGU itu, karena ijin PT PKGD belum dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Kupang untuk membangun pabrik dan tambak garam.

Baca Juga :  Sudah 10 Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Pakaian Dinas

“Kami diminta untuk kerja dulu, surat ijin dari belakang. Jangan bawa kami untuk melanggar aturan. Kami bekerja, jika ada ijin,” ujarnya.

Para tergugat, seperti PT GIN belum berhasil dikonfirmasi wartawan. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]