Home / Sosbud / Pol PP NTT Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal

Pol PP NTT Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

TKI asal NTT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Nusa Tenggara Timur berhasil menggagalkan pengiriman sembilan orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal daerah itu ke Malaysia secara ilegal.

Kepala Satuan Pol PP NTT, Frans Lasa mengatakan penggagalan ini setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat. Atas laporan itu, sejumlah personil di terjunkan ke lokasi. “Kami langsung menahan mereka dan mengamankan di Kantor Satuan Pol PP NTT,” kata Frans kepada wartawan di Kupang, Rabu 13 Februari 2013.

Sembilan TKI yang berhasil digagalkan keberangkatan di Bandara El Tari Kupang. Mereka berasal dari sejumlah Kabupaten di NTT. Mereka direkrut oleh pengerah tenaga kerja ilegal. Mereka hendak diberangkatkan ke Malaysia melalui bandar udara Juanda, Surabaya dan Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, menggunakan maskapai penerbangan Lion Air.

Baca Juga :  Bentrok di Lembata, Satu Tewas, Ratusan Warga Mengungsi

Selain mengamankan sembilan TKI Ilegal itu, katanya, Pol PP juga mengamankan dua calo tenaga kerja yakni Desi Soru dari Timor Tengah Selatan (TTS) dan Emilia Contesa asal Kabupaten Belu. Saat diperiksa oleh petugas di kantor Pol PP, keduanya menyangkal terlibat dalam proses perekrutan sembilan tenaga kerja ilegal tersebut.

“Namun setelah didesak, keduanya akhirnya mengaku yang melakukan perekrutan dan akan mengirimkan sembilan TKI itu ke Malaysia,” katanya.

TKI ilegal itu dijanjikan gaji sebesar Rp 1 juta/bulan. Sejak tahun 2011, Pol PP NTT telah menggagalkan 506 orang TKI ilegal yang hendak dikrim ke luar negeri dan direkrut dari sejumlah daerah di wilayah ini. Sementara tahun 2012 sebanyak 326 orang, dan hingga Februari 2013, berjumlah 18 orang.

Baca Juga :  Bibit Siklon Tropis O2s Hampiri NTT

Kepala Dinas Sosial NTT, Petrus Sinun Manuk mengatakan, sejak 2011 hingga 2012 telah memulangkan TKI ilegal dari Malaysia sebanyak 302 orang, karena tidak memiliki dokumen keimigrasian yang benar. “Tahun 2011 sebanyak 142 orang dan 2012 berjumlah 160 TKI,” katanya.

Menurut dia, salah satu aspek pendorong tingginya TKI asal NTT untuk bekerja di luar negeri adalah kemiskinan. Walau angka kemiskinan terus menurun, tapi masih tinggi yakni yakni 20,48 persen, sedangkan rata-rata nasional 14 persen. “Saat ini NTT menempati posisi ketiga sebagai provinsi termiskin setelah, Papua dan Provinsi Papua Barat,” katanya. (Rit)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]