Home / Hukrim / Polda NTT Didesak Usut Dugaan Korupsi Program Perak

Polda NTT Didesak Usut Dugaan Korupsi Program Perak

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Ilustrasi

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Keadilan (Somasi) mendesak Polisi daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi program Perak di Kabupaten Ngada.

“Kami anggap Kapolres Ngada tidak mampu mengusut kasus dugaan penyimpangan keuangan negara itu,” kata Kordinator Somasi, Kristoforus Mboru di Kupang, Senin, 18 November 2013.

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan dugaan penyimpangan keuangan negara dari program Perak sebesar Rp 22 miliar, dengan dugaan penyimpangan sebesar Rp 8 miliar. “Jika kapolres tidak mampu sebaiknya dicopot saja,” katanya.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan selisih saldo kas daerah Kabupaten Ngada tahun 2011, antara kas umum daerah dengan saldo kas bank serta setara kas minimal sebesar Rp 12,9 miliar lebih. “Ini ada indikasi kerugian daerah,” katanya.

Baca Juga :  Kejari Kupang Bidik Dugaan Korupsi di TVRI NTT

Dia menambahkan, indikasi kerugian daerah juga ditemukan berdasarkan atas penggunaan rekening bendahara pos bantuan di luar kepentingan pengelolaan keuangan daerah sebesar Rp 4,6 miliar lebih, serta pengeluaran belanja pada pos bantuan yang diduga merugikan daerah sebesar Rp 290 juta lebih. “Masih banyak ketimpangan sistem birokrasi pada LHP BPK tahun 2011,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]