Home / Hukrim / Polda NTT Didesak Usut Kasus Amoral Bupati Ngada

Polda NTT Didesak Usut Kasus Amoral Bupati Ngada

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Marianus Sae

Marianus Sae

NTTTERKINI.COM, Kupang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Peduli Keadilan (Somasi) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Polisi daerah (Polda) untuk mengungkap tuntas kasus amoral yang diduga melibatkan Bupati Ngada, Marianus Sae.

“Kami mendesak Kapolda dan Gubernur NTT untuk mengusut tuntas kasus tindakan amoral yang diduga kuat pelakunyta adalah Bupati Ngada yang diadvokasi truk F,” kata koordinator Somasi, Krsitoforus Mboru di Kupang, Senin, 18 November 2013.

Mereka juga mendesak DPRD Ngada untuk segera membetuk panitia khusus (Pansus) guna mengungkap kasus amoral dalam waktu satu kali 24 jam.

Selain itu, Menteri dalam negeri (Mendagri) diminta untuk melakukan investigasi kasus amoral yang diduga dilakukan Bupati Ngada berdasarkan data yang disampaikan truk F dalam waktu 1×24 jam. “Apabila tidak dilaksanakan maka kami sebagai masyarakat tidak memilih,” tegasnya.

Baca Juga :  Dugaan KKN Dana Media, Empat Pemred Akan Diperiksa

Mereka juga mempertanyakan kinerja Kapolres Ngada yang hingga saat ini belum melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Ngada. Padahal, pengakuan korban yang juganya pembantunya, Maria Natalia Sisilia yang telah membuahkan seorang anak, Paulus Reynaldi Sae.

“Sekarang banyak juga preman berseragam dan non seragam yang menjamur di Ngada yang sering meneror serta melakukan kontak fisik ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya,” katanya.

Karena itu, mereka mendesak Kapolda NTT Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana untuk segera mencopot Kapolres Ngada, karena tidak mampu mengungakap kasus tersebut. “Kami mendesak Kapolda untuk mencopot Kapolres Ngada, karena tidak mampu menyelesaikan persoalan disana dan membiarkan tindakan premanisme,” katanya.

Sebelumnya Bupati Ngada, Marianus Sae membantah telah menghamili pembantunya Maria Natalia Sisilia. “Saya tunggu saja, siapa yang mau mengaku ke saya,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]