Home / Hukrim / Polres Belu Selidiki Dugaan Penganiayaan oleh Anak Bupati Malaka

Polres Belu Selidiki Dugaan Penganiayaan oleh Anak Bupati Malaka

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ilustrasi

NTTTERKINI.COM, Kupang – Kepolisian resort (Polres) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan anak Bupati Malaka, Dion Bria Seran bersama sejumlah anggota Polisi Pamong Praja (Pol PP) terhadap Rondy Mallo, warga Kecamatan Kobalima, Malaka pada 4 April 2019 lalu.

“Masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres Belu, Ajun Komisaris Besar Christian Tobing kepada media ini, Rabu, 10 April 2019.

Dion Bria Seran Anak Dari Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Bersama Pol PP keroyok Rondy Mallo Warga Kobalima usai acara penyerahan SK 80 persen kepada 436 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kabupaten Malaka di kawasan wisata Pantai Loodik, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Baca Juga :  Avansa di Bobol, Rp 120 Juta Raib

Setelah dianiaya, Rondi bersama keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kobalima untuk diproses hukum. Kasus ini sementara dalam proses penyelidikan polisi.

Ketua Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Meridian Dado mendesak kepolisian untuk segera menggelar penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan Rondy Mallo.

“Kami berharap pihak kepolisian setempat benar-benar bekerja profesional tanpa intervensi dari penguasa setempat meskipun pihak yang diduga melakukan penganiayaan tersebut salah satunya merupakan anak dari Bupati Malaka,” katanya kepada media ini.

Menurut dia, sangat mudah bagi kepolisian setempat untuk mengumpulkan bukti-bukti hukum dalam kasus dugaan penganiayaan itu, sehingga tidak boleh ada alasan hukum apapun untuk menunda-nunda proses hukum dan menangkap semua pihak yang terlibat didalamnya.

Baca Juga :  Intimidasi Wartawan, Bupati Rote Ndao Dipolisikan

“Jika kepolisian melakukan pembiaran atas kasus tersebut, maka sama dengan pihak kepolisian melakukan pembiaran atas sikap arogan warga terhadap warga lainnya,” tegasnya.

Dia menambahkan, jika bukti-bukti hukum
cukup, maka kepolisian setempat segera menetapkan anak Bupati Malaka dan oknum-oknum Anggota Pol PP serta ASN Pemkab Malaka selaku para tersangka kasus dugaan penganiayaan atas Rondy Mallo.

“Jika terbukti, maka akan memperkuat sinyalemen oknum bermental preman berada di lingkaran bupati yang siap menghantam siapa saja yang memprotes kebijakan Bupati Malaka,” katanya.

Kasus penganiyaan itu terjadi karena Rondy Mallo ingin bertemu Bupati guna mempertanyakan kasus pembangunan tambak garam di Malaka oleh  PT IDK. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]