Home / Hukrim / Pospera NTT Desak Polisi Tangkap Hendrikus Djawa

Pospera NTT Desak Polisi Tangkap Hendrikus Djawa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Unjuk rasa Pospera di Polres Kupang Kota

Unjuk rasa Pospera di Polres Kupang Kota

NTTTERKINI.COM, Kupang – Dewan Mahasiswa Posko Perjungan Rakyat (Pospera) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Kepolisian resor Kupang Kota segera menangkap dan memenjarakan Hendrikus Djawa atas tindakan krusial melecehkan marwah pendidikan di NTT.

Tuntutan itu disampaikan Pospera saat menggelar aksi di Mapolres Kupang Kota, Jumat, 17 November 2017. Koordinator aksi, Edilson Kaesmetan mengatakan Hendrikus Djawa melalui lembaga LP2TRI telah mengatasnamakan universitas PGRI NTT mewisudakan mahasiswa dinilai telah melanggar keputusan Kemeneristekdikti berdasarkan surat keputusan Nomor: 208/M/KPT/2017 tentang pencabutan izin pendirian Universitas PGRI NTT dan pencabutan izin pembukaan program studi yang ditanda tangani Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti.

Baca Juga :  Kisruh PIP, 122 Kepsek di Kota Kupang Resmi Dipolisikan

Hendrikus Djawa juga menggunakan logo dan nama Universitas PGRI NTT untuk mewisudakan mahasiswa NTT yang ada di UPG 1945 dan UNASDEM, serta mencatut lembaga-lembaga negara dalam hal ini pihak Istana Negara dan Kemenristekdikti.

“Hendrikus Djawa segera mempertanggungjawabkan Pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kemenristekdikti berkaitan dengan dilegalkannya wisuda Universitas PGRI NTT,” katanya.

Pospera juga mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk menyelamatkan mahasiswa yang diwisudahkan secara ilegal. Jika pihak kepolisian tidak mengindahkan tuntutan ini, maka Pospera mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

Mereka juga mengutuk tindakan Hendrikus Djawa yang merusak Citra Dunia Pendidikan di NTT-Indonesia dengan cara yang tidak beretika. Dimana melakukan wisuda abal-abal kepada sejumlah generasi muda di NTT dengan mengatasnamakan Lembaga Universitas PGRI NTT.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pengedar Sabu-sabu di Kota Kupang

Sementara Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Ajun Komisaris Alnopriwan Saputra mengaku pihaknya telah menerima laporan terkait wisuda abal- abal itu, dan telah mememeriksa beberapa saksi.

“Dalam proses tentu ada beberapa tahapan yang perlu untuk kami dalami. Sudah 5 saksi yang diperiksa termasuk mahasiswa yang di wisudakan itu,” katanya. (*/Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]