Home / Ekbis / Progres Rehabilitasi Embung Haekrit Capai 45,87 Persen

Progres Rehabilitasi Embung Haekrit Capai 45,87 Persen

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Embung Haekrit

NTTTERKINI.COM, Atambua – Progres pekerjaan proyek rehabilitasi embung Haekrit di Desa Manleten  Tasifeto Timur, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 45,87 persen sejak dikerjakan pada Agustus 2019 lalu.

“Pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan yakni berupa penambahan volume embung ini dengan melalukan pengerukan sedimen,” kata tim lider pengawas Embung Haekrit, Alex kepada wartawan, Selasa, 15 Oktober 2019.

Dalam proyek rehabilitasi ini, menurut dia, pihaknya akan melakukan pengerukan sedimen sebanyak 180 ribu kubik, sehingga volume air akan bertambah. “Mungkin ada petani yang selama ini tidak terairi air. Dengan bertambahnya volume ini bisa teratasi,” katanya.

Dalam melaksanakan proyek ini, ujar dia, untuk sementara pintu air ke lahan pertanian warga ditutup selama setahun. “Kami sudah sosialisasikan ke petani, dan tidak ada komplain,” katanya.

Baca Juga :  Frenly Nyalib Esthon- Paul

Melihat progres pekerjaan yang telah mencapai 45,87 persen, maka diyakini pekerjaan pengerukan sedimen akan selesai pada bulan ini. “Kami targetkan bulan ini pengerukan sedimen sudah selesai dikerjakan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Proyek, Meni Nubatonis bahwa pihaknya menargetkan pekerjaan pengerukan sedimen akan selesai bulan ini. “Kami target selesai bulan ini, sebelum musim penghujan,” katanya.

Dia berharap peningkatan volume pada embung ini bisa meningkatkan hasil panen petani dari sekali menjadi dua hingga tiga kali setahun. “Sesuai kontrak, proyek ini berakhir pada April 2020,” katanya.

Untuk diketahui proyek rehabilitasi Embung Haekrit ini menelan biaya sebesar Rp9,1 miliar lebih dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 19 kilometer (km) persegi dan panjang tanggul 220 meter, tinggi tanggul 16,50 meter dengan daya tampung 2,6 juta meter kubik dan luas genangan mencapai 62 ha. Embung ini bisa melayani 200 hektare (Ha) lahan pertanian dan air baku 30 liter per detik. (Ado)

Share Button
Baca Juga :  BI Luncurkan Kartu ATM Berlogo GPN

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]