Home / Sosbud / Proyek Bendungan Kolhua Harus Tetap Jalan

Proyek Bendungan Kolhua Harus Tetap Jalan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Frans Salem

Frans Salem

NTTTERKINI.COM, Kupang – Polemik lahan yang menghambat pembangunan bendungan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus tetap dilaksanakan. Pasalnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp 480 miliar untuk pembangunannya.

“Semua pihak harus bisa mengedepankan kepentingan umum,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Timur Fransiskus Salem di Kupang, Rabu, 15 Mei 2013.

Bendungan Kolhua dibangun untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dialami warga Kota Kupang selama bertahun-tahun. Bendungan itu akan menampung sekitar tujuh juta meter kubik air dengan areal genangan 81 hektare.

Akan tetapi rencana pembangunan bendungan ditentang sebagian warga terutama yang terkait dengan tuntutan ganti rugi lahan. Dimana, pemerintah hanya akan membayar ganti rugi lahan warga Rp 7000 per meter. “Itu hal teknis, jadi tidak bicarakan itu,” katanya.

Baca Juga :  Menteri Lingkungan Hidup Larang Eksploitasi Alam

Fransiskus minta warga bersama Pemerintah Kota Kupang memberikan ganti rugi pemanfaatan lahan untuk proyek berunding agar persoalan ini secepatnya dituntaskan. “Perlu ada kesabaran. Kalau tidak sabar nanti yang ada hanya kebuntuan,” katanya.

Sesuai rencana, proyek ini akan dikerjakan selama tiga tahun menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dan pinjaman luar negeri sebesar Rp480 miliar. Dia menegaskan pembangunan waduk ini tidak bisa dipindah ke lokasi lainnya di Kota Kupang.

Karena itu, masyarakat juga perlu diberi pemahaman mengenai pentingnya pembangunan waduk ini, namun jangan sampai mengorbankan kepentingan mereka. “Pemkot dan warga harus duduk bersama mencari solusi terkait masalah lahan itu,” katanya.

Baca Juga :  Hampir Setiap Hari Gempabumi Guncang NTT

Dia menambahkan, untuk pembebasan lahan di Kolhua, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4 miliar. Dengan penambahan itu, maka total dana pembebasan lahan sebesar Rp 8 miliar. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]