PT Bumi Indah Tunggak Pajak Alat Berat

0
806

Zeth Sony Libing

NTTTERKINI.COM, Kupang – PT Bumi Indah milik Melkianus Lubalu yang berdomisili di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan masih menunggak pajak alat berat. 
“Saya mendapat laporan dari Kepala UPT SBD, 3 bulan lalu bahwa Bumi Indah masih tunggak pajak alat berat,” kata Kepala Badan Pendapatan dan Aset Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Zeth Sony Libing, Jumat, 7 Februari 2020.
Dia mengaku telah menyampaikan tunggakan itu kepada pemiliknya, dan berjanji akan melunasinya. Namun, Bumi Indah masih lakukan pengecekan, karena alat berat milik Bumi Indah sangat banyak. “Kita akan cek lagi, apakah sudah dilunasi atau belum,” ujarnya.
Namun, Soni mengaku belum mengkonfirmasi berapa besar tunggakan pajak alat berat tersebut. “Saya belum konfirmasi nilainya,” katanya.
Menurut dia, banyak alat berat milik kontraktor di NTT, namun tidak semua telah membayar pajak alat berat. 
“Ada yang bayar pajak, ada yang belum bayar pajak. Bisa jadi karena alat bertanya rusak, atau alat beratnya baik, tapi tidak mau bayar pajak,” katanya.
Karena itu, dia meminta stafnya untuk menagih alat berat dari pengusaha. Karena beban alat berat diatas jalan milik pemerintah sangat besar. “Dia gunakan jalan raya. Alat berat kalau sekali jalan kekuatannya sangat besar melebihi kekuatan jalan,” tegasnya.
Karena itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar saat pelelangan barang jasa di cek pengusaha yang hendak mengerjakan jalan sudah membayar pajak atau belum. 
“Jadi sebelum pengusaha kerjakan jalan, harus di cek sudah bayar pajak alat berat atau belum,” ujarnya 
Dia mengakui sistem yang ada saat ini belum termasuk pajak alat berat, sehingga mereka sedang merancang sistem itu agar bisa memasukan objek pajak alat berat. “Kami sedang merancang, karena di sistem belum ada objek pajak alat berat,” katanya.
Pajak alat berat yang harus dibayarkan oleh kontraktor sebesar 0,5 persen dari nilai jual alat berat yang digunakan.
Sampai berita ini dilansir pihak PT Bumi Indah belum berhasil dikonfirmasi wartawan.  (Ado)

Komentar ANDA?