Home / Hukrim / PUPR Malaka Ngaku Tak Tahu Pembongkaran Ruas Jalan Betun-Bolan

PUPR Malaka Ngaku Tak Tahu Pembongkaran Ruas Jalan Betun-Bolan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Lorens Haba

NTTTERKINI.COM, Betun – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku tidak tahu menahu pembongkaran aspal di sembilan titik pada ruas jalan Betun-Bolan.

“Pembongkaran aspal ruas jalan Betun-Bolan di Kecamatan Malaka Tengah tanpa sepengetahuan Bina Marga,” kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu, 27 Februari 2019.

Menurut Lorens, pihaknya tidak mengetahui perihal pembongkaran aspal sebanyak sembilan titik di ruas jalan yang melintasi Desa Kletek, Bereliku, Naimana dan Fahiluka tersebut.

Tetapi, lanjut dia, pembongkaran aspal yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagaimana pembongkaran ruas jalan sepanjang 8, 3 Kilo Meter (KM) itu harus berdasarkan suatu keputusan resmi.

Baca Juga :  Dira Tome Tunggu Tindaklanjut Putusan Praperadilan

“Saya tidak tahu siapa yang bongkar dan siapa yang suruh bongkar. Tetapi harusnya, pembongkaran itu harus didasarkan pada suatu keputusan yang berkekuatan hukum tetap atau inkra. Dan harus atas rekomendasi dari Pejabat Pembuat Komitmen,” jelas Lorens.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Malaka, Paul Miki mengatakan ruas jalan itu dibagi dalam empat segmen yang dikerjakan oleh 4 perusahaan berbeda, yakni PT Sumber Alam Kencana, PT Bumi Nusantara Pratama, PT Anugerah Tuan Venelisa dan PT Surya Agung Kencana dengan Pagu anggaran sekitar Rp 21 Miliar.

Proyek tersebut, lanjut dia,  masih dalam tahap pemeliharaan hingga November 2019, karena itu,  kontraktor masih puya kewajiban untuk membenahinya, jika ada kerusakan. “Jadi waktu musim hujan kemarin ada luberan air ke badan jalan, sehingga terjadi retakan dan genangan air.  Karena itu kami minta kontraktor untuk perbaiki,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Hari Hilang, Iku Bere Ditemukan Tewas

Paul menambahkan,  berdasarkan komunikasi dengan pihak kontraktor,  pengaspalan kembali galian itu akan dilaksanakan mulai besok,  Kamis,  28 Februari 2019.  “Kami sudah komunikasi dengan kontraktor,  dan besok akan dilakukan pengaspalan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga mengeluhkan mangkraknya pengaspalan di sembilan titik galian pada ruas jalan Betun-Bolan mulai berdampak bagi kenyamanan dan keselamatan warga. (ygs)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]