Home / Wonderful Indonesia / Putri Pariwisata Indonesia Mengaku Sedih di “Bully”

Putri Pariwisata Indonesia Mengaku Sedih di “Bully”

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kofrensi pers pariwisata

NTTTERKINI.COM, Kupang – Putri Pariwisata Indonesia asal Timor Tengah Utara (TTU), Mawar Salem mengaku sedih saat di caci maki dan diintimidasi (Bully) oleh warga Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menjawab pertanyaan dewan juri pada ajang grand final pemilihan putri
Pariwisata Indonesia 2019.

“Saya sedih sekali saat di bully, dicaci maki tetapi dari sekian banyak yang membuli ada juga yang mendukung, saya tetap bangga memperkenalkan NTT hingga ke ajang internasional,” kata Mawar saat Jumpa Pers, Jumat, 13 September 2019.

Saat menjawab pertanyaan dewan juri pada saat grand final untuk menyebutkan keunikan Labuan Bajo, Mawar menyebutkan Pulau Komodo, Pink Beach dan Danau Kelimutu.

Baca Juga :  Sabtu ini, CFD Wajib Kenakan Sarung Tenun

Dirinya mengaku Danau Kelimutu masuk dalam cakupan Labuan Bajo berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres), sehingga tidak sempat mengucapkan kalimat “Dimana Cakupan” dan kata “Selain Pulau Komodo ada juga Danau Kelimutu”.

“Karena waktu cuma 30 detik, saya tidak sempat mengucapkan kata dimana cakupan dan kata selain Pulau Komodo ada juga Danau Kelimutu,” tambah Mawar.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Laiskodat menjelaskan materi pembekalan terkait pariwisata yang diberikan secara keseluruhan NTT yang dimasukkan dalam satu paket sebagai bentuk promosi kepariwisataan.

“Materi pembekalan yang kami berikan terkait pariwisata khususnya wilayah Labuan Bajo dan Kelimutu sebagai satu kesatuan bentuk promosi sebagai NTT. Jadi memang betul, saya juga sedih dan miris yang membully bukan orang dari luar NTT tapi orang NTT sendiri,” kata
Julie.

Baca Juga :  Hotel di Jember Panen Raya, Banyuwangi Ikut Kecipratan

Pemerintah Provinsi NTT melabeli setiap wilayah pariwisata yang akan diperkenalkan sebagai satu paket yang terdiri dari beberapa titik pariwisata dalam satu wilayah atau daratan sebagai bentuk kesatuan yang mampu meningkatkan daya jual pariwisata di NTT. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]