Home / Sosbud / Ramadhan, BPOM Temukan 24 Produk Kadaluarsa

Ramadhan, BPOM Temukan 24 Produk Kadaluarsa

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Kepala BPOM NTT

Kepala BPOM NTT I Made Bagus Garametta

NTTTERKINI.COM, Kupang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Nusa Tengara Timur (NTT) menemukan sebanyak 24 produk pangan olahan Tanpa Ijin Edar (TIE) yang kadaluarsa dan rusak di pasaran.

“Menjelang Lebaran kami intensif meningkatkan pengawasan terkait makanan kadaluarsa,” kata Kepala BPOM NTT, I Made Bagus Garametta, Rabu, 14 Juni 2017.

Berdasarkan data BPOM NTT, terdapat 107 sarana distribusi pangan yang telah di periksa dan ditemukan 24 produk olahan pangan yang di kategorikan Tidak Memenuhi Ketentuan, karena menjual produk kadaluarsa, rusak dan tanpa ijin edar. “Ada temuan sebanyak 24 produk pangan olahan tidak memenuhi kadaluarsa,” kata dia.

Baca Juga :  Kota Kupang Diterjang ROB, Ratusan Jiwa Mengungsi

Temuan pangan kadaluarsa tersebut diantaranya, minuman sachet kemasan, permen, bumbu masak, kopi, minyak goreng dengan total nominal sebesar Rp 4juta. Produk kadaluarsa ditemukan di sejumlah pasar tradisional, dan telah disita BPOM.

Selama bulan Ramadhan, BPOM juga melakukan intensifikasi mobil keliling guna pengawasan terhadap jajanan takjil buka puasa di enam kabupaten yakni Kota Kupang, Atambua, Ende, Flores Timur, Sikka dan Alor. Dari 464 sample, BPOM tidak menemukan makanan yang di duga mengandung bahan berbahaya seperti Rhodamin, Formalin, Borax dan Methanil.

“Semua jajanan takjil secara menyeluruh tidak mengandung bahan berbahaya, sehingga aman untuk konsumsi,” tegasnya. (Lid)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]