Home / Hukrim / Rampas Tanah Warga, Bupati Manggarai Barat Digugat

Rampas Tanah Warga, Bupati Manggarai Barat Digugat

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.COM, Kupang – Veronika Jenia, warga Waenahi,Kelurahan Wae Kelambu, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggugat Bupati Manggarai Barat, Agustinus ch Dullah dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, John Oematan, karena merampas tanah miliknya untuk perluasan jalan, sepanjang 25 meter.

Veronika Jenia dan Cheluz Pahun melayangkan gugatan terbuka kepada Bupati dan Kadis Pekerjaan Umum Manggarai Barat. “Kami masih memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk selesaikan masalah ini secara damai,” kata Cheluz Pahun yang dihubungi dari Kupang, Sabtu, 5 Januari 2013.

Surat gugatan terbuka ini, menurut dia, merupakan yang kedua kalinya, karena surat terbuka yang di kirim pertama pada 29 Juni 2012 tidak ditanggapi Pemerintah Manggarai Barat. “Jika surat kedua ini juga tidak ditanggapi, maka masalah ini akan kami bawa ke jalur hukum,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dituding melakukan perampasan atau pencaplokan tanah milik Veronika Jenia seluas 25 meter dengan lebar 6 meter daari luas tanah sekitar 2 hektare (ha) untuk kepentingan pelebaran jalan. Namun, penggusuran tanah itu tanpa dilakukan sosialisasi dan ganti rugi kepada pemilik tanah.

Baca Juga :  Arus Pendek, Hanguskan Kantor Gubernur NTT

Kasus kini berawal ketika Janda 3 anak ini hendak ke berkebun pada 23 Juni 2012 lalu, namun pemilik tanah Veronika Jelia kaget, karena tanahnya telah digusur dengan alat berat, sehingga merusak sejumlah tanamannya yang siap panen, seperti 14 pohon mahoni dan empat pohon mangga.

Karena itu, dalam surat terbuka yang diterima Tempo, Veronika dan Cheluz menuntut pemerintah Manggarai Barat untuk memberikan ganti rugi atas tanah dan tanaman yang telah di rusak sebesar Rp 17 juta, serta meminta maaf, karena telah merampas tanah mereka tanpa pemberitahuan.

Jika tuntutan ini di penuhi, kata Cheluz, maka pihaknya siap melepaskan hak atas tanah untuk kepentingan pembangunan. Namun, jika di tolak, maka pemilik tanah akan kembali memagari tanah yang telah digusur itu. “Kami tidak mau memberikan ruang negosiasi atas tuntutan ini,” katanya.

Baca Juga :  Digigit Komodo, Petugas TNK Dirujuk ke RS Sanglah

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Agustinus ch Dullah mengatakan akan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, dengan menghitung berapa kerugian yang dialami janda dua anak itu. “Semua pengambilan lahan untuk pembangunan jalan diselesaikan secara secara baik,” katanya.

Menurut dia, tuntutan ganti rugi yang diajukan pemilik tanah belum dibahas, sehingga belum adanya pergantian rugi atas tanah itu. “Berapa besar tuntutan mereka. Tinggal kami minta pengusaha untuk selesaikan itu,” katanya.

Dia menyesalkan, surat terbuka yang diajukan, karena menggunakan pendekatan yang provokatif. “Jangan bilang saya tidak digubris. Kalau saya sibuk. Bisa ketemu wakil Bupati, sekda atau asisten,” katanya.

Agustinus mengaku telah bertemu dengan janda itu, dan telah memberikan bantuan, karena tidak bisa diberikan sekaligus. “Saya bantu dia (Veronika), tapi saya bilang, jangan minta sekaligus. Nanti datang lagi,” katanya. (Ado)

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]