Home / Sosbud / Ratusan Massa Turun ke Jalan Tuntut Keadilan bagi Adelina Sau

Ratusan Massa Turun ke Jalan Tuntut Keadilan bagi Adelina Sau

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Unjuk rasa tuntut keadilan bagi (alm) Adelina Sau

NTTTERKKNI.COM, Kupang – Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Rakyat Indonesia Menggugat, Senin, 6 Mei 2019 menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntut keadilan bagi Adelina Sau, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tewas dibunuh majikannya di Penang, Malaysia. Namun, pengadilan Malaysia justru membebaskan majikan Adelina Sau itu.

“Kisah tragis Adelina Sau di Penang yang mendapatkan perlakuan tidak layak oleh majikannya merupakan kisah terbaru, karena majikannya dibebaskan begitu saja tanpa mendapatkan hukuman,” kata koordinator aksi Rakyat Indonesia Menggugat, Ardy Milik.

Ketidakadilan yang terjadi di Penang membutuhkan perhatian segenap pihak. Karena itu, mereka mengajukan sejumlah tuntutan yakni
meminta Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad untuk memberikan perhatian lebih terhadap proses peradilan Adelina Sau, karena kasus ini merupakan tanda umum tentang pentingnya menjaga martabat kemanusiaan, terlebih kepada para pekerja asal Indonesia, khususnya dari Nusa Tenggara Timur yang bekerja di Malaysia.

“Solidaritas ‘Little Soekarno’ sangat kami butuhkan saat ini, karena itu kami rakyat Indonesia meminta agar PM Mahathir Mohamad tidak berdiam diri melihat ketidakadilan yang sedang terjadi di tanahnya,” kata Ardy.

Mereka juga menuntut agar Pemerintah Indonesia segera mendorong banding terhadap kasus ini yang dibatasi waktu 14 hari setelah putusan dibuat pada19 April 2019.

Presiden Joko Widodo diminta aktif memperjuangkan hak buruh migran yang teraniaya di negeri orang. Karena hanya dengan cara ini maka kewarganegaraan para buruh migran diperjuangankan. Selama mereka dibiarkan mati layaknya hewan, hak mereka sebagai warga negara sedang diabaikan.

“Pemerintahan Presiden Jokowi hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan berarti dalam melindungi para buruh migran, baik ketika mereka berada di Indonesia, maupun ketika sudah berada di Luar Negeri,” ujarnya.

Baca Juga :  264 ASN Kota Kupang Terima Satya Lencana

Adapun tuntutan lainnya yakni agar Pemerintah Indonesia dan Malaysia bekerjasama menyelesaikan persoalan hak-hak buruh migran asal Indonesia baik dalam kerangka hubungan bilateral maupun kerjasama regional ASEAN.

“Kemiskinan yang menjadi alasan para buruh merantau ke Malaysia, seharusnya tidak ditanggapi dengan sewenenang-wenang dan mengabaikan hak hidup secara layak,” tegasnya.

Kasus Adelina Sau seharusnya menjadi tonggak pemulihan martabat manusia, dan bukan malah dijadikan aksi brutal dengan membiarkan persoalan ketidakadilan dipraktekan secara liar, dengan cara mengabaikan saksi-saksi kunci maupun ketidakmauan pengadilan setempat untuk menggali fakta-fakta hukum yang memungkinkan hakim mendapatkan informasi yang memadai. “Kami menuntut agar Kasus Adelina Sau diperhatikan secara saksama,” katanya

“Tuntutan ini kami sampaikan atas nama nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Adelina Sau adalah seoarang manusia yang terniaya, ia layak mendapatkan keadilan,” tutupnya. (*/Ado)g dalam Aksi Rakyat Indonesia Menggugat, Senin, 6 Mei 2019 menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polda dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntut keadilan bagi Adelina Sau, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tewas dibunuh majikannya di Penang, Malaysia. Namun, pengadilan Malaysia justru membebaskan majikan Adelina Sau itu.

“Kisah tragis Adelina Sau di Penang yang mendapatkan perlakuan tidak layak oleh majikannya merupakan kisah terbaru, karena majikannya dibebaskan begitu saja tanpa mendapatkan hukuman,” kata koordinator aksi Rakyat Indonesia Menggugat, Ardy Milik.

Ketidakadilan yang terjadi di Penang membutuhkan perhatian segenap pihak. Karena itu, mereka mengajukan sejumlah tuntutan yakni
meminta Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad untuk memberikan perhatian lebih terhadap proses peradilan Adelina Sau, karena kasus ini merupakan tanda umum tentang pentingnya menjaga martabat kemanusiaan, terlebih kepada para pekerja asal Indonesia, khususnya dari Nusa Tenggara Timur yang bekerja di Malaysia.

Baca Juga :  Suami Ditahan Jaksa, Istri Menangis Histeris

“Solidaritas ‘Little Soekarno’ sangat kami butuhkan saat ini, karena itu kami rakyat Indonesia meminta agar PM Mahathir Mohamad tidak berdiam diri melihat ketidakadilan yang sedang terjadi di tanahnya,” kata Ardy.

Mereka juga menuntut agar Pemerintah Indonesia segera mendorong banding terhadap kasus ini yang dibatasi waktu 14 hari setelah putusan dibuat pada19 April 2019.

Presiden Joko Widodo diminta aktif memperjuangkan hak buruh migran yang teraniaya di negeri orang. Karena hanya dengan cara ini maka kewarganegaraan para buruh migran diperjuangankan. Selama mereka dibiarkan mati layaknya hewan, hak mereka sebagai warga negara sedang diabaikan.

“Pemerintahan Presiden Jokowi hingga saat ini belum menunjukkan kemajuan berarti dalam melindungi para buruh migran, baik ketika mereka berada di Indonesia, maupun ketika sudah berada di Luar Negeri,” ujarnya.

Adapun tuntutan lainnya yakni agar Pemerintah Indonesia dan Malaysia bekerjasama menyelesaikan persoalan hak-hak buruh migran asal Indonesia baik dalam kerangka hubungan bilateral maupun kerjasama regional ASEAN.

“Kemiskinan yang menjadi alasan para buruh merantau ke Malaysia, seharusnya tidak ditanggapi dengan sewenenang-wenang dan mengabaikan hak hidup secara layak,” tegasnya.

Kasus Adelina Sau seharusnya menjadi tonggak pemulihan martabat manusia, dan bukan malah dijadikan aksi brutal dengan membiarkan persoalan ketidakadilan dipraktekan secara liar, dengan cara mengabaikan saksi-saksi kunci maupun ketidakmauan pengadilan setempat untuk menggali fakta-fakta hukum yang memungkinkan hakim mendapatkan informasi yang memadai. “Kami menuntut agar Kasus Adelina Sau diperhatikan secara saksama,” katanya

“Tuntutan ini kami sampaikan atas nama nilai kemanusiaan dan keadilan sosial. Adelina Sau adalah seoarang manusia yang terniaya, ia layak mendapatkan keadilan,” tutupnya. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]