Home / Pendidikan / Ratusan Sekolah di Kota Kupang Diduga Selewengkan Dana BOS

Ratusan Sekolah di Kota Kupang Diduga Selewengkan Dana BOS

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Okto Naitboho

NTTTERKINI.COM, Kupang – Sebanyak 112 Sekolah Dasar (SD) dan 43 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga melakukan penyelewengan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan hingga mencapai Rp 180 juta.

“Dari ratusan temuan, ada salah satu sekolah yang diduga penyelewengannya capai Rp180 juta yang penggunaan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota  Kupang, Okto Naitboho, Senin, 16 September 2019.

Dari total jumlah 139 SD dan 52 SMP penerima dan BOS, tercatat 112 SD dan 43 SMP yang diuga melakukan penyelewengan dana BOS setiap tahun, dengan nominal mencapai Rp180 juta.

Baca Juga :  Orang Tua Siswa Mengamuk di SMPN 2 Kupang

Hal itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP dan Inspektorat terkait
dengan penyelewengan dan penyimpangan administratif, yakni kwitansi belanja dan Surat PertanggungJawaban (SPJ) tidak sesuai dengan yang tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

“Prinsipnya apakah yang dibelanjakan harus tertulis dalam RKAS, sehingga membelanjakan apa yang tertulis dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Okto.

Dana BOS bagi setiap anak di jenjang pendidikan SMP, mendapat nominal sebesar Rp1 juta pertahun, sedangkan bagi siswa SD mendapat sebesar Rp800 Ribu setiap siswa.

Dana tersebut digunakan pihak sekolah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yakni 80 persen peruntukan pada operasional sekolah seperti Alat Tulis (ATK) dan kegiatan peningkatan mutu seperti pelaksanaan ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Baca Juga :  Kota Kupang Siapkan Perda Larangan Tebang Pohon

Ratusan sekolah yang diduga terjadi temuan melakukan penyimpangan penggunaan

dana BOS wajib mengembalikan, jika tidak maka akan dikenai sanksi dan direkomendasikan sesuai ketentuaan yang berlaku. (Lid)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]