Home / Ekbis / REI NTT Minta Pajak BPHTB Dihapus

REI NTT Minta Pajak BPHTB Dihapus

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Bobby Pitoby

Bobby Pitoby

NTTTERKINI.COM Kupang – Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia  (DPD REI), Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kebutuhan warga akan rumah masih sangat besar, sehingga REI meminta kepada semua kepala daerah untuk menghapus BPTHB guna mempermudah MBR membeli rumah,” kata Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, Rabu, 06 Desember 2017.

Menurut dia, pemberlakuan pajak tersebut kian menekan warga miskin yang ingin memiliki hunian dengan transaksi rendah. Saat ini REI telah mengajukan serta mengusulkan penghapusan pajak BPHTB kepada pemerintah daerah maupun pusat sebagai pengambil kebijakan dan diharapkan dalam waktu dekat dapat merealisisasi pengajuan tersebut.

Baca Juga :  Dana Tantiem Rp9,1 M, Dewan "Adili" Direksi Bank NTT

“Perumahaan MBR kan proyek non komersil, kami mohon penghapusan bagi masyarakat kecil, bukan untuk semua orang kaya untuk tidak bayar pajak, tapi khusus MBR untuk dapat rumah layak huni,” tambah Bobby.

Pajak BPHTB sebesar 5 persen dinilai masih sangat memberatkan warga yang memiliki daya beli rendah, sehingga kebijakan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan peluang warga miskin untuk memperoleh rumah.

Data DPD REI NTT 2016 realisasi perumahan yang di bangun dan terjual sebanyak 1.654 unit, sedangkan hingga November 2017 , tercatat sebanyak 2.322 unit yang telah terjual di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Semba Timur, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Belu, Sikka dan Timor Tengah Selatan. (Lid)

Baca Juga :  Forum Jasa Keuangan Fokus Peningkatan Ekonomi di NTT

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]