Home / Sosbud / Rekruitmen Tenaga Kerja di PLTU Bolok Diduga Sarat KKN

Rekruitmen Tenaga Kerja di PLTU Bolok Diduga Sarat KKN

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pengumuman penerimaan tenaga kerja di PLTU Bolok

NTTTERKINI.COM, Kupang – Rekruitmen tenaga kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2018 oleh PT Mitra Karya Prima (MKP) diduga sarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dari pengumuman yang disampaikan PT MKP disebutkan penerimaan tenaga kerja untuk ditempatkan di PLTU Bolok terbuka untuk putra-putri Indonesia. Namun, faktanya proses perekrutan dan calon tenaga kerja yang lolos seleksi administrasi rata-rata berasal dari warga yang berada di sekitar lokasi PLTU. Walaupun tidak berkompeten ssbagai tenaga teknik di PLTU Bolok.

Tidak hanya itu proses seleksi administrasi yang dilakukan tidak sesuai ketentuan pada pengumuman yang disebarkan oleh PT MKP yakni batasan umur 35 tahun, karena terdapat sejumlah calon tenaga kerja yang telah melebihi ketentuan umur tersebut.

Baca Juga :  Jurnalis NTT Unjuk Rasa Kasus TVRI Gorontalo

Manager operasional PT MKP, Ishak Baharudin mengatakan proses rekruitmen tenaga acecor dan administrasi untuk PLTU Bolok dilakukan oleh PT MKP Pusat. “Kami hanya menerima tenaga yang lolos,” katanya.

Dia mengusulkan agar masalah ini dipertanyakan kepada pemerintah pusat, karena dari proses lamaran langsung ke pemerintah pusat. “Semuanya dari kantor pusat,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Juni 2018.

Direktur SDM PT MKP, Fadila membantah adanya dugaan sarat KKN pada perekrutan tenaga kerja untuk PLTU Bolok. “Siapa atau pihak mana yang menduga KKN?,  Karena Syarat rekrutmen sudah disampaikan sejak awal. Apalagi rekrutmen dilaksanakan oleh pihak-pihak yang berkompeten,” katanya.

Dia juga meminta wartawan agar mengajukan surat resmi kepada PT MKP, jika ingin berdiskusi lebih lanjut. “Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan saat ini. Jika ingin diskusi lebih lanjut kami buka kesempatan seluas-luasnya.Silakan bersurat resmi kepada kami,” katanya.

Baca Juga :  Gempa Mentawai, Tim Crisis Center Kementrian Pariwisata Siaga

Pada tahap seleksi administrasi yang dilakukan awal Juni 2018 sebanyak 67 calon tenaga  kerja yang dinyatakan lolos, dan berhak mengikuti tes psikologi dan wawancara psikologi yang sudah dilaksanakan pada 4 Juni 2018 lalu di Hotel Amaris Kupang.

Dari jumlah itu, PT MKP akan merekrut 27 tenaga kerja yang ditempatkan di PLTU Bolok. 27 calon tenaga kerja itu diduga telah ada, karena menjadi dititipan dari pegawai berada didalamnya. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]