Home / Hukrim / Rohaniawan “Kepung” Mapolres Lembata

Rohaniawan “Kepung” Mapolres Lembata

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Unjuk rasa Rohaniawan di Mapolres Lembata

Unjuk rasa Rohaniawan di Mapolres Lembata

NTTTERKINI.COM, Kupang – Rohaniawan lintas agama, Selasa, 28 Januari 2014 kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor Polres Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuntut penyelesaian kasus pembunuhan berencana terhadap tokoh masyarakat setempat Lorens Wadu.

Para pengunjuk rasa juga mengancam akan menduduki kantor Polres Lembata hingga tuntutan mereka diselesaikan. Dalam aksi itu, pengunjuk rasa juga menutut agar aparat kepolisian menahan tiga tersangka yang masih bebas berkeliaran di luar.

Mereka adalah anggota DPRD Lembata asal Partai Pemuda Indonesia (PPI) Tolis Ruing dan saudaranya, Bence Ruing, PNS di Pemda Lembata serta anak kandung korban, Dionisius Wadu yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan itu.

Baca Juga :  Tewas di Rudenim, Dua Jenasah Warga Tiles Dipulangkan

“Massa sudah berada di kantor Polres Lembata dana melakukan orasi,” kata salah satu koordinator aksi unjuk rasa dari Forum penyelamat Lewotana Lembata (FP2L), Petrus Bala Wukak yang dihubungi dari Kupang.

Aksi unjuk rasa ini kembali digelar, menurut dia, karena tuntutan massa sebelumnya agar menghadirkan Kapolda NTT Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana di Lembata tidak terwujud. “Kami juga minta agar Kapolda hadir di Lembata, dan mencopot Kapolres Lembata,” katanya.

Dia mengatakan, para pengunjuk rasa mengancam akan kembali menduduki kantor Polres Lembata, jika tuntutan mereka itu dipenuhi. “Kami akan menginap di Polres lagi, jika tuntutan kami tidak dipenuhi,” katanya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ini merupakan yang kedua kalinya oleh para tokoh lintas agama ke Polres Lembata. Sebelumnya, 20 Januari 2014 lalu, para tokoh lintas agama sempat menginap di kantor Polres Lembata.

Baca Juga :  Grebek Pelaku Pembunuhan, Polisi Jadi Korban

Lorens Wadu, warga Kabupaten Lembata diduga dibunuh pada 8 Juni 2013, namun mayatnya baru ditemukan di kebunnya pada 9 Juni 2013. Pada 1-4 Juli 2014, polisi berhasil membekuk empat pelaku pembunuhan. Dari keterangan mereka, polisi pun menangkap anak korban, serta sejumlah PNS Lembata dan anggota DPRD Lembata Tolis Ruing.

Pembunuhan Lorens Wadu diduga dibunuh terkait masalah tanah seluas 2,7 hektare (ha) yang akan dibangun lokasi pariwisata serta tempat perjudian oleh pemda setempat di Lewoleba, Lembata. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]