Home / Sosbud / Rokatenda Meletus, Ende dan Nagekeo Dihujani Abu Vulkanik

Rokatenda Meletus, Ende dan Nagekeo Dihujani Abu Vulkanik

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Gunung Rokatenda

NTTTERKINI.COM, Sikka – Gunung api Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 2 Februari 2013 sekitar pukul 11.45 Wita meletus menyebabkan dua kabupaten yakni Ende dan Nagekeo dihujani abu vulkanik.

“Gunung itu meletus tadi malam. Ada dua kabupaten yang merasakan dampak yang cukup besar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTT Tini Thadeus, Minggu, 3 Februari 2013.

Letusan gunung Rokatenda kali ini, katanya, lebih besar dari letusan pada Oktober 2012 lalu, dan disertai gempa yang besar, sehingga membuat warga panik dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Letusan gunung Rokatenda juga disertai kobaran api dan lahar panas dan erupsi menuju ke laut, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Tidak ada korban jiwa dalam letusan gunung itu,” katanya.

Baca Juga :  Pembunuhan Mery Grace Dinilai Melanggar HAM

Selain menyembur lahar panas, katanya, letusan Rokatenda juga menyembur hujan abu vulkanik yang mencapai pemukiman warga di Kabupaten Ende dan Nagekeo. Abu vulkanik itu menutupi atap rumah warga dan jalan-jalan di dua wilayah itu.

Saat ini, katanya, masyarakat di dua kabupaten itu membutuhkan masker, karena hujan abu vulkanik masih melanda daerah itu hingga saat ini. Karena itu, BPBD telah melakukan koordinasi agar diambil dari toko atau rumah sakit untuk menyelamatkan warga dua kabupaten itu. “Mau utang dimana saja terserah. Asalkan dapat masker untuk selamatkan warga,” katanya.

Dengan meletusnya gunung ini, maka Pusat Vulkanologi Mitagasi dan Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikan status gunung itu dari siaga (Level III) menjadi awas (Level IV). “Statusnya sudah awas, karena sudah meletus,” katanya.

Baca Juga :  Gudang Klontong di Kupang Ludes Terbakar

Gunung Rokatenda atau juga disebut Gunung Paluweh, adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Pulau Palu’e, sebelah utara Pulau Flores. Gunung yang bertipe strato ini merupakan lokasi tertinggi di Pulau Palu’e dengan ketinggian 875 meter.

Letusan terhebat terjadi pada 4 Agustus-25 September 1928, yang sebagian besar terjadi karena tsunami menyusul gempa. Letusan terakhir terjadi pada 23 Maret 1985 dengan embusan abu mencapai 2 km dan lontaran material lebih kurang 300 meter di atas puncak. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]