Home / Kesehatan / RSUD Johanes Kupang Usulkan Kenaikan Tarif

RSUD Johanes Kupang Usulkan Kenaikan Tarif

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
RSUD Johanes Kupang

RSUD Johanes Kupang

NTTTERKINI.COM, Kupang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengusulkan kenaikan tarif pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Usulan ini, karena tingginya biaya subsidi.

“Tarif RSUD Johanes sejak tahun 2006 hingga 2013 belum pernah dinaikan,” kata Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, Dr Yudith, ketika memberikan sosialisasi tentang rencana kenaikan tarif RSUD Johanes Kupang, Jumat, 5 Juli 2013.

Dia mencontohkan usulan kenaikan tarif, seperti rawat inap untuk kelas III, sebelumnya Rp 35 ribu per hari, sedangkan unit costnya mencapai Rp 61 ribu, sehingga diusulkan dinaikan menjadi Rp 75 ribu per hari. “Itu pun tetap disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Baca Juga :  30 Persen Pasien RSUD Kupang Penderita Diare

Menurut dia, hanya tarif untuk kelas I dan kelas utama yang tidak dikenakan subsidi. Dan akan dinaikan dari sebelumnya Rp 175 ribu hingga Rp 310 ribu menjadi Rp 220 ribu hingga Rp 390 ribu per hari.

Tarif lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu. “Ini contoh usulan kenaikan tarif RSUD Johanes Kupang yang akan ditetapkan melalui perda dan pergub,” katanya.

Kenaikan ini, menurut dia, untuk menutup sebagian dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di RSUD Johanes Kupang, untuk menjaga stabilitasi mutu pelayanan, untuk memberikan kepastian biaya pelayanan kesehatan dan memperbaiki kemakmuran pemberi pelayanan melalui penetapan tarif yang sesuai.

Baca Juga :  Esthon Unggul di TPS Frans

Dia mengatakan, kenaikan tarif ini dilakukan, karena beban biaya RSUD mengalami peningkatan, sehingga subsidi pemerintah semakin besar. “Selisih antara biaya dan tarif semakin besar,” katanya.

Apalagi, kesejahtraan pemberi pelayanan tidak meningkat, sehingga menurunkan mutu pelayanan dan pengembangan RSUD terhambat, sehingga peluang investasinya terhambat. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : # # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]