Home / Sosbud / Ruang Kelas SMAN 3 Kupang Nyaris Roboh

Ruang Kelas SMAN 3 Kupang Nyaris Roboh

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

NTTTERKINI.COM, Kupang – Delapan ruang kelas di SMA Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris roboh, karena lapuk termakan usia. Padahal, sekolah itu merupakan salah satu sekolah rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di daerah ini.

 Kepala  SMA Negeri 3 Kupang,  Selfina Dethan mengatakan, walaupun sudah berstandar RSBI, namun  gedung sekolahnya sangat memprihatinkan, karena usianya yang telah mencapai 40 tahun, sehingga terlihat lapuk dimana-mana. Bahkan, terdapat delapan ruang kelas yang nyaris roboh, serta laboratorium fisika dan ruangan guru.

“Inilah kondisi sekolah  kami. Menyandang label RSBI, tetapi kondisinya memprihatinkan. Ini tentunya sangat jauh berbeda dengan RSBI lainnya di Indonesia,” katanya.

 Namun, pihaknya menerima Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus RSBI bagi sekolah-sekolah negeri, termasuk di NTT. SMA Negeri 3 Kupang merupakan salah satu sekolah yang menjadi rintisan sekolah bertaraf internasional di NTT. “Keputusan MK yang menghapus RSBI harus di patuhi,” kata Keputusan MK itu, menurut dia, telah dikeluarkan sejak tahun 2007 lalu, namun

Baca Juga :  Atribut Pasangan Calon Masih Gentayangan di Pohon

pihaknya belum mendapat penyampaian secara tertulis dan resmi dari Kementerian Pendidikan Nasional untuk ditindaklanjuti.”Kami sudah sampaikan ke siswa terkait keputusan MK itu,” katanya.

Sekalipun RSBI dibubarkan atau dihapus, katanya, semangat RSBI yang telah ada di sekolahnya tetap dilaksanakan, karena tujuan RSBI membenahi sekolah untuk menjadi lebih baik. Bahkan, keputusan tersebut tidak mengganggu proses pembelajaran. “RSBI berkaitan dengan kontribusi biaya yang diperoleh dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk peningkatan mutu sekolah,” katanya.

Dia membantah label RSBI digunakan sekolah untuk memungut biaya yang lebih besar. “Silahkan tanya ke siswa, karena biayanya sama dengan sekolah negeri lainnya. Bahkan, uang komitenya lebih rendah,” katanya, tanpa merincikan berapa besar biaya yang harus dibayarkan siswa. (Ado)

Komentar ANDA?

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]