Home / Hukrim / Rumah Harapan GMIT Dampingi 33 Korban Perdagangan Orang

Rumah Harapan GMIT Dampingi 33 Korban Perdagangan Orang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pengurus Rumah Harapan GMIT

NTTTERKINI.COM, Kupang – Rumah harapan GMIT Nusa Tenggara Timur (NTT) selama 2018 mendampingi 33 korban kasus perdagangan orang (Human Traffiking).

“Kami juga tangani terlibat dalam pendampingan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal di luar negeri dan dipulangkan ke NTT,” kata Ketua Rumah Harapan GMIT, Ferderika Tadu Hungu, Kamis, 14 Maret 2019.

Dari 97 jenasah yang tiba di kargo Bandara El Tari Kupang, Rumah Harapan GMIT menerima dan mendampingi keluarga dari 82 jenasah. “Berdasarkan data BP3TKI terdapat 105 PMI yang meninggal di Malaysia, namun hanya sekitar 100 orang yang dipulangkan ke NTT,” katanya.

Ada beberapa bentuk kekerasan yang dialami PMI yakni pemalsuan dokumen, penganiayaan, kerja paksa atau eksploitasi tenaga kerja melebihi jam kerja, kekerasan seksual dan dipulangkan dalam keadaan sakit.  “Sebagian besar PMI yang pulang mengalami trauma atau sakit,” katanya.

Baca Juga :  Miras dan Perkelahian Antar Pelajar Marak di Kota Kupang

Dari kasus itu, maka pendampingan yang dilakukan rumah harapan yakni memberikan pelayanan shelter, pendampingan psikologi dan psikiater, terapi kerja, pendampingan hukum serta pemberdayaan ekonomi.

Ada beberapa persoalan yang ditemui saat mendampingi korban perdagangan orang, diantaranya penyintas dalam kondisi trauma dan biaya pendampingan yang mahal. Korban tidak miliki identitas hukum dan kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Penjatuhan hukuman yang rendah, dan restitusi yang belum dijalankan sesuai putusan pengadilan,” katanya.

Ketua GMIT, Mery Kolimon mengatakan kebijakan pemerintah NTT untuk melakukan penghentian sementara (Moratorium) pengiriman PMI ke luar negeri.

Namun moratorium itu sifatnya hanya sementara, dan butuh waktu yang lama untuk tuntaskan bebaskan NTT dari darurat Traffiking.  “Butuh penanganan yang lebih serius terkait PMI,” tegasnya. (Ado)

Share Button
Baca Juga :  Penangkapan BW, Upaya Kriminalisasi KPK

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]