Home / Wonderful Indonesia / Rumat: TdF Hanya Buang Uang Rakyat

Rumat: TdF Hanya Buang Uang Rakyat

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Tour de Flores

Tour de Flores

NTTTERKINI.COM, Kupang – Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat mengatakan kegiatan Tour de Flores (TdF) tidak memberi dampak langsung untuk masyarakat dan pariwisata di wilayah NTT, karena seluruh biaya penyelenggaraan TdF ditanggung Pemerintah daerah.

“Dampak dari TDF yang sudah berjalan tahun 2016 lalu dan yang sedang berlangsung tahun ini hanyalah gaung promosi. Sedangkan dampak langsungnya tidak ada, terutama berkaitan dengan devisa negara atau daerah,” katanya, Sabtu, 15 Juli 2017.

Dia menyayangkan karena anggaran APBD I dan II yang fantastis hanya “membuang uang” seperti biaya panitia, sewa mobil, panitia sanggar, makan dan minum, juga bahan bakar minyak. Semuanya ditanggung pemerintah daerah.

“Biaya pesawat untuk para petualang sepeda dari Kupang ke Larantuka. Ini ibarat orang miskin dari daerah miskin, biayai orang kaya dari negara kaya,” kata Rumat.

Baca Juga :  Masjid Agung Bente, Wisata Sejarah dan Reliji Wakatobi

Hal Ini, kata Rumat, jelas bertentangan dengan teori pariwisata yang mestinya datangkan devisa atau rupiah. Sebaliknya, TdF dianggap malah bocorkan devisa atau APBD. “Saya ambil contoh anggaran yang tidak rasional untuk TdF di Kabupaten Sikka yang diumumkan secara terbuka. Merek sewa mobil sebanyak 106 unit, kapal laut satu unit untuk mobilitas peserta dan panitia. Pengadaan bahan bakar minyak, padahal sudah sewa mobil. Selanjutnya sewa jasa penari dan beli lagi baju penari. Ini semua untuk apa?,” tanya Rumat.

Pemerintah NTT, kata Rumat, harusnya memberdayakan pelaku pariwisata yang ada di NTT seperti Asita, PHRI dan HPI. Salah satunya saat ini yang sedang dilakukan Asita NTT adalah kegiatan Komodo Travel Mart 2017 dengan tujuan mencari pasar baru wisatawan domestik dan mancanegara, dengan cara mempertemukan para penjual dan para pembeli paket wisata.

Baca Juga :  Garap MICE, Wonderful Indonesia Tebar Pesona di Konvensi Teochew Internasional

Komodo Travel Mart akan mengemas produk-produk wisata berupa obyek wisata alam, budaya, obyek buatan manusia, produk kamar hotel dan restoran, produk transportasi laut, juga transportasi udara dan darat.

Selanjutnya produk guide bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jerman, produk studi banding dan penelitian, produk tur kapal pesiar untuk full day tour dan half day tour, produk spesial seperti Semana Santa Larantuka, produk Pasola di Sumba dan produk penangkapan ikan paus di Lembata.

“Di sini dituntut pemerintah ikut partisipasi untuk membiayai atau memfasilitasi para pelaku, bukan pemerintah yang datang ke sana. Jadi yang diundang ke NTT itu adalah pelaku penjual dan pembeli paket wisata,” sebutnya. (Kompas.com)

Komentar ANDA?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]