Home / Hukrim / Satgas Trafficking Terlantarkan Mahasiswa Asal Alor

Satgas Trafficking Terlantarkan Mahasiswa Asal Alor

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kartu mahasiswa

NTTTERKINI.COM, Kupang – Satuan tugas (Satgas) trafficking di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menelantarkan Selfin Etidena, mahasiswa semester VII STT Galelea Indonesia, Yogyakarta, karena diduga sebagai calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Akibatnya Ikatan Keluarga Alor (IKA) di Kupang bersama Kerukunan Mahasiswa Nusa Kenari (KEMAHNURI) Kupang menuntut Dinas Nakertrans NTT untuk bertanggungjawab atas tindakan tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Jumat, 11 Januari 2019, Selfin menjelaskan  peristiwa itu terjadi 4 Januari 2019 di Bandara El-tari Kupang, sekitar Pukul 14.00 Wita ketika Selfin Etidena, penumpang dari bandara Mali Alor yang hendak transit di Bandara EL-tari Kupang.

Seperti biasanyanya ketika hendak melakukan penerbangan setiap penumpang wajib menunjukan kartu tanda penduduk (KTP) dan tiket sebagai syarat mutlat untuk melakukan penerbangan.

Baca Juga :  160 Napi Terima Remisi Lebaran di NTT

Namum selain tiket dan KTP, Selfin juga diminta menunjukan Kartu Mahasiswa asli oleh Satgas Trafficking, Dinas Nakertrans NTT di Bandara El Tari Kupang. Karena tidak membawa Kartu Mahasiswa, Selfin pun dilarang terbang ke Yogayakarta.

Segala upaya telah dilakukan Selfin bersama keluarganya agar bisa berangkat ke Yogyakarta melalui Bandara El Tari Kupang, namun hingga kini belum juga bisa berangkat, karena tidak dijinkan Satgas dan Nakertrans NTT.

Karena itu, IKA dan Kemahnuri menyatakan sikap agar Dinas Nakertrans Provinsi NTT bertangung jawab atas kerugian waktu kuliah yang telah dialami Selfin Etidena. Dinas Nakertrans provinsi NTT segera melakukan Jumpa Pers dan menyatakan permohonan Maaf kepada Publik Alor, Keluarga, dan juga Kampus STT Galilea Indonesia.

Baca Juga :  Ferry Kase: Layanan Sampah Belum Jadi Prioritas Pemkot Kupang

“Jika dalam 2×24 tidak melakukan permohonan maaf maka Ikatan Keluarga Alor Kupang dan Kemahnuri akan duduki kantor Nakertrans NTT,” kata Ketua IKA, Erson Atamau.

Segera mencopot Jabatan Kepala Bidang pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan Dinas Nakertrans NTT  karena dinilai tidak mampu membina petugas (Satgas) yang ditempatkan di Bandara El-tari Kupang.

Segera copot jabatan petugas satgas nakertrans, karena diduga telah melakukan tindakan Rasis terhadap suku bangsa Alor di Bandara El-tari Kupang.

“Kami juga meminta Gubernur NTT segera memanggil Plt Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTT untuk melakukan pembinaan yang selayaknya,” tegasnya. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]