Home / Polkam / Sawah Sering Diserang Hama, KPS Solusi

Sawah Sering Diserang Hama, KPS Solusi

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Launching KPS di Manggarai

NTTTERKINI.COM, Kupang – Petani Desa Bulan, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluhkan lahan pertaniannya sering terserang hama. Karena itu, mereka berharap Kartu Petani Sejahtera (KPS) bisa menjadi solusi masalah itu.

“Sawah kami memang sering diserang hama. Hasil padi menurun. Semoga kartu ini bisa memberi kami asuransi gagal panen,” kata Yosefina, petani asal desa Bulan saat launching KPS di areal persawan desa tersebut, Senin, 28 Mei 2018.

Calon gubernur Benny K Harman kembali melaunching KPS di KabupateN Manggarai di tengah hamparan sawah yang disaksikan ribuan petani di desa itu.

Yosefina berharap Benny K Harman dan Benny Litelnoni menang di Pilgub NTT, sehingga kartu petani bisa dimanfaatkan untuk petani. “Kami berharap paket ini menang di pilgub nanti,” katanya.

Baca Juga :  John Kaunang: Tim Harmoni Jangan Jelekan Paket Lain

Koordinator kegiatan Lodovitus Bagus menyampaikan acara ini dibuat untuk membuktikan kepada petani dan seluruh masyarakat NTT bahwa paket Harmoni sejak awal serius memperhatikan nasib petani.

Dikatakan, dari total penduduk miskin NTT, sebanyak 85 persen adalah kaum tani. Karena itu, motivasi utama paket Harmoni untuk memperbaiki nasib petani.

“Masalah utama kemiskinan NTT banyak dihadapi kaum tani. Karena itu, kalau mau NTT maju, berdayakan petaninya,” ungkap Lodovitus.

Calon Gubernur NTT, Benny K Harman sebelum memberikan formulir dan Kartu Petani Sejahtera kepada perwakilan petani, menjelaskan 6 manfaat kartu ini.

Dikatakan dengan KPS, petani bisa mendapatkan modal usaha paling banyak 10 juta untuk setiap kepala keluarga. Petani bisa mengakses bantuan pupuk, bibit, pakan ternak, dan alat produksi.

Baca Juga :  Hari Ini, Mendagri Lantik Bupati Sumba Barat Daya

KPS memudahkan petani untuk mendapatkan pelatihan di Balai Latihan Kerja agar mendapat keterampilan dan pengetahuan baru. Petani mendapat perlindungan harga. Pemerintah akan membeli komoditi petani melalui BUMD dengan harga yang layak jika harga komoditi jatuh.

Petani mendapat asuransi gagal panen manakala mendapat bencana atau hama. Anak-anak petani bisa mendapatkan beasiswa di tingkat SMA dan perguruan tinggi. (*/Ado)

Share Button

Komentar ANDA?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]